all about my MUAs

November 26, 2009 § 9 Comments

Terima kasih sebesar-besarnya untuk dua MUA kami,

mba Sofia untuk akad


dan

mba Novi Arimuko untuk resepsi


Aku puasss banget dengan riasan keduanya. Ga nyesel sama sekali untuk pake 2 MUA yang beda. Keduanya bisa terjemahin yang aku mau dan hasilnya WOW! Me likey! 😉 Here we go for the amateur review

Review Sofia MUA

Mba Sofia & tim amat sangat on time, malahan aku dan keluarga yang telat. Walopun telat mulai ngeriasnya, tapi mba Sofia dan tim bisa selesai ngerias aku, mama, dan dua kakak on time. Jadi ga ada istilah telat mulai akad.Selain itu, karena dirias pagi-pagi, mba Vera beliin aku kopi supaya ga ngantuk. So thoughtfull of her..

Timnya mba Sofia terdiri dari 2 orang, mba Vera dan seorang ibu-ibu yang tugasnya rias jilbab untuk mama dan kakak-kakak. Aku kira kakak dan mama akan dirias sama mba Vera, ternyata mba Sofia sendiri lho yang rias mereka. Wuihh management waktunya hebat! Blom lagi ada ponakan perempuan aku umur 8 tahun yang ikut-ikut pengen dirias. Mba Sofia dengan baik hati bikin sanggul kecil dan ngerias ponakan aku free of charge (makasih bangettt mba Fia). Request untuk bikin sanggul di rambut pake rambut aku sendiri (tanpa sanggul tambahan) juga disanggupi mba Fia, dan walhasil tetep bagus.

Make up-nya juga aku suka banget, soft untuk acara pagi tapi tetep bikin tampil beda. Untuk foundation, mba Fia pake MAC dan Kryolan. Alat-alat make up lainnya seputar MUFE, MAC, Bobbi brown, Chanel, dan kawan-kawan (quality guaranteed). Selain itu pinjam asesoris juga gratis, aku pinjem dari mulai anting, hiasan rambut, sampe bros gede yang aku pake itu.

Intinya aku sekeluarga puas banget dengan pelayanan dan riasan mba Sofia & tim. Orangnya baik, halus banget kalo bicara dan sangat menenangkan hati waktu ngerias. Bahkan mba Fia masih nemenin aku di ruang tunggu sebelum ijab kabul. Selama itu mba Fia foto-foto, katanya untuk pastiin make up udah bagus atau belum karena lebih kelihatan di foto dibanding aslinya.

Review Novi Arimuko

On time sudah pasti, jangan ragu deh profesionalitas tim-nya Mba Novi. Kali ini lagi-lagi keluarga aku telat, tapi berhubung yang dirias tim mba Novi cuma aku dan kedua mama, jadi ga masalah. Kedua mama telat dateng karena satu dan lain hal, dan kedua asisten mba Novi dengan sigap ngebuat rias jilbab dan bim salabim kedua mama jadi tambah cantik! 🙂

Khusus untuk pengantin dipegang semua sama mba Novi. Dari mulai rias wajah, sanggul, sampai pake bulang dan songket. Sigap dan sangat perfeksionis, itu kesan yang aku tangkap. Jadilah riasannya haluss dan kata orang-orang siy manglingi..

Untuk urusan rias wajah, free test make up yang dikasih juga selain bisa kita pakai untuk foto pre-wed tapi juga berguna buat MUA-nya. Mba Novi jadi udah tau karakter wajah aku dan semua warna make up yang dibawa disesuikan dengan warna kulit aku dan warna baju. Mantabh lah ya.. Alat-alat yang dipake juga setali tiga uang denga Sofia, tapi lebih lengkap dengan variasi yang lebih banyak. Bikin ngiri deh peralatannya..(hehe..ya iyalah dia kan MUA).

Selain itu yang aku suka, untuk make up pengantin pria cukup dipakein MAC studio fix dan lip balm. Ga dishading atau lipstick warna-warni. Jadi kesannya natural gitu..

Advertisements

sekilas tentang baju adat tapsel

November 25, 2009 § 3 Comments

Di atas pelaminan….

Tamu 1: “Ini adat apa ya mba?” dengan wajah bingung

Anggi: “Adat Tapanuli Selatan pak..” diiringi senyum manis

Tamu 2: ” Masa’ sih.. kaya’nya adat Kalimantan deh, tuh liat ukiran di pelaminan” nunjuk-nunjuk ke atas dengan wajah yakin 100%

Tamu 1: ” Oh.. kalimantan ya mba?” loh kok ga percaya sih sama penganten?

Anggi: “Bukan pak..  Tapanuli Selatan..” sambil teriak lebih kenceng supaya mereka denger

Tamu 1 & 2: “Ohh… Batak…” ralat: mandailing bukan batak.


Kejadian di atas ga cuma sekali atau dua kali, selama di pelaminan banyak tamu yang bertanya-tanya tentang baju adat dan juga dekorasi yang kami pakai. Hmm….ternyata jarang ya yang pakai baju adat Mandailing ini di Jakarta, walaupun banyak keturunan mandailing yang tinggal di jakarta.

Awalnya saya dan fakar mau pakai baju nasional aja saat resepsi. Tapiii diprotes orang tua. Menurut mereka, kapan lagi bisa pakai baju adat selain acara pernikahan. Selain suatu hal yang unik, kita juga ikut melestarikan kebudayaan bangsa. Pilihan pertama adalah pakai baju adat Jawa karena bapak saya orang Jawa. Well, berhubung saya ga mau dikerik dan ga mau keliatan lebih nong..nong..jenong pas nikahan, adat Jawa pun dicoret. Jatuhlah pada pilihan kedua pakai baju adat Tapanuli Selatan, dan inilah hasilnya…

Baju pengantin laki-laki:

– Penutup kepala disebut Ampu, yang merupakan mahkota yang dipakai raja-raja Mandailing di masa lalu. Bahannya beludru hitam dengan ornamen keemasan. Hiasan di pinggir ampu yang bentuknya kaya’ knalpot itu mengarah ke atas dan bawah, memiliki makna: ke atas: selalu ingat pencipta, ke bawah: selalu rendah hati.

Baju godang yang berbentuk jas.

– Ikat pinggang warna keemasan dengan selipan 2 pisau kecil disebut bobat.

– Gelang polos di lengan atas warna keemasan

– Kain sesamping dari songket. Berhubung ga ada songket tapanuli, jadilah kita pakai songket Palembang.

Baju pengantin perempuan:

– Penutup kepala disebut Bulang, berwarna keemasan dengan beberapa tingkat. Di masa lalu, tingkatan bulang ini menandakan jumlah atau jenis hewan yang disembelih saat upacara adat. Ada tiga tingkatan bulang, tapi sekarang yang dipakai bulang tingkat tiga semua karena udah jarang upacara adat. Bulang yang asli terbuat dari emas asli, tapi bulang yang aku pakai siy cukup sepuhan emas aje..

– Penutup daerah dada adalah kalung warna hitam dengan ornamen keemasan plus 2 lembar selendang dari kaing songket.

– Gelang polos di lengan atas warna keemasan

– Ikat pinggang warna keemasan dengan selipan 2 pisau kecil juga (ga mau kalah sama yang laki-laki) 😉

– Baju yang dipakai harusnya baju kurung tapi aku pakai kebaya modern kali ini. Kain yang dipakai juga songket palembang pasangan sesamping abang.

Semua baju, songket, dan asesoris sewa dari Nauli dekorasi (kecuali untuk kebayanya ya…). Untuk baju abang, kita ga minta jait perdana karena udah ada warna marun yang pas banget sama dengan warna kain brukat aku.

The Reception story

November 25, 2009 § 10 Comments

Hari & Tanggal: Sabtu, 7 November 2009

Venue: Birawa Assembly Hall, Bidakara

We went straight to BumiKarsa Hotel after akad nikah and spent the night there. Therefore we had a lot of time on Saturday morning to oversaw the decoration progress of Birawa . No, we’re not some control freak, we just thought it would be more practical to stay at the hotel (dapet complimentary dari catering juga ;)).

So anyway the story goes, we requested for some minor changes to the decoration team in the morning. Somehow there was a little misunderstanding about the standing flowers position. It was nothing major, just small changes to the layout. Overall we were satisfied with the whole settings, layout, props, and flowers. It was just like what we wanted.


Sekitar jam 2 siang, saya udah mulai di make up sama mba Novi. This time I wasn’t late (iyalah wong tinggal turun dari kamar hotel ke ruang rias aja). Tim mba Novi juga sangat ontime, pas saya masuk ruang rias mereka udah ada dan siap. The whole make up process took about 3 hours! There was a minor incident where my contacts ripped so I had to take it off and change. Luckily spare contacts were in hand. Review MUA juga nanti ya…

Trus jam 5 sore sesi foto keluarga dimulai. Dari mulai foto studio sampe foto di pelaminan dengan keluarga. Foto dengan keluarga diatur supaya di awal agar tidak mengganggu jalan acara nanti. Karena undangannya banyak banget, kita ga mau antrian kehambat karena keluarga mau foto. Jadi semua keluarga (inti dan besar) foto di awal. Tapiii jadinya ada beberapa saudara yang ga ikut foto karena belum datang dari sore (maaphkeun….).

Jam 7 tepat kirab pengantin udah masuk ke ruang resepsi. Memang tamu belum terlalu banyak, tapi kalo disesuain dengan jumlah tamu trus baru masuk, bisa-bisa antrian salaman panjang banget. Nah pas kirab ini gw udah mulai keleyengan. Kepala mulai cenut-cenut sampe agak susah buat jalan. Harus pegangan kuat ke abang supaya ga jatoh, hehe… Pusingnya gara-gara bulang yang diiket kuat dan juga ada tusukan jagar-jagar bulang yang sempet kesenggol-senggol waktu sesi foto. Langsung minta panadol ke WO, dan mereka sigap bawain panadol plus makanan. Alhamdulillah setelah itu mendingan pusingnya..


Saat kirab pengantin masuk ke ruang resepsi, kita maunya ponakan-ponakan jalan di depan pengantin. Jadi keliatan lucu deh ada anak-anak kecil jalan pelan-pelan. Hebatnya mereka ini yang biasanya nakal dan gabisa diem, ternyata bisa juga jalan pelan ikutin alunan musik gondang.

Sekitar jam 7.15 setelah kata sambutan dan doa, tamu mulai salaman. Salaman awal ini diiringi dengan shalawatan ibu-ibu Khairunnisa selama sekitar setengah jam (request from my mom, FYI). Setelah itu baru mulai musik jazz dari entertainment expert. To tell you the truth, we have no idea whether Adit sang the songs from our song list or not. There wasn’t any chance to listen; we were busy smiling, saying thank yous, and keeping our head from hurting. Ternyata ga cuma gw yang ngerasa sakit pake bulang, fakar juga ngaku kalo ampu yang dipake agak sakit.


Anyway, overall we enjoy our wedding party and we are so glad and happy to see our family and friends there. Some fellow bloggers also came! I recognize Irax cause we’ve met before and there was also Fanny whom I didn’t realize until she stepped down the stage. Thank you girls for coming.. 🙂 Lot’s of our friends came, even some of them came all the way from Duri just to attend (Makasih banget ya guys..).


Friends were asking if I would be throwing a bouquet (they were anticipating for it), and No there wasn’t any bouquet to throw or such. Wanna know why? Just look at my our head dress!

Kalo pake acara lempar-lempar bunga segala bisa nyangkut kali, hehehehe…  Ga pake acara lempar bunga aja, bulang gw udah berapa kali nyangkut, entah ke tamu atau ke ampunya abang, hohoho… Ohiya, just a little advice, kalo ke kawinan yang mempelainya pake sunting, bulang, atau apapun di kepala yang tampak berat , please..oh dear God please…don’t try to give her cipika-cipiki. Bukannya ga menghormati yaa, tapi sakiit bow kalo head dress sampe nyangkut (yang kemungkinan besar pasti ketarik ya setelah cipika-cipiki).

Afterwards, we didn’t have time and energy to mingle with the guests. Even though after we stepped down the stage, lot’s of our friends were still around. Fakar had the chance to mingle, but I was too busy trying to take off the bulang which was killing my head. Selain si bolang bocah petualang yang bikin sakit kepala, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Friends told me they had a great time, enjoyed the food and the whole ambience. They especially liked DTC’s coffee corner (hehe..I knew it would be a differentiation). My parents got a lot of compliments regarding the F&B, people said food tastes great and there were more than enough.

Banyak terima kasih ke semua pihak yang udah ngebantu jalan dan lancarnya pernikahan kami. Semua vendor, saudara, WO, buku tamu girls, among tamu, dan semua pihak yang ga bisa kami sebut satu per satu. Thank you.. Danke schön!.. Merci beaucoup.. Matur nuwun…

As for both of us, we are truly GLAD and RELIEVED those months of preparations leads to an eternity of TOGETHERNESS.

So, there it is…

OUR JOURNEY has just started babe!

😉

Good luck to you all brides and grooms-to-be on your wedding preparations!

Enjoy every moment, cherish every second, don’t fret the small stuff, after all in the end of the day you’re not gonna care about all those details, all you care about is that you’re lucky enough to be married to the person you love. 🙂

Have FUN, we certainly did…

another day of a bridezilla

September 29, 2009 § 13 Comments

Selagi masih semangat ’45 untuk ngebut pake gigi 5, hajar bleh smuanya!

Hari ini seharian keliling-keliling Jakarta, biasaaa…beresin urusan vendor-menvendor. Di saat-saat begini, I just can’t help it to turn into a bridezilla. Bawaannya uring-uringan mulu, mana udara panas banget, ditambah stres semakin deket hari H. Alamak rasanya mau marah..marah..mulu. 😦

Fiuhh..alhamdulillah ada my mom yg pengertian dan tante yanny + teh Dhea (tim WO) yang sangat membantu. Untung banget teh Dhea kerjaannya bercanda melulu, jadi muka gw ga berlipet tujuh dan nambah kerutan wajah. Bersyukur banget bisa dibantu WO di ahir-ahir persiapan gini.

Finalisasi Menu Catering

Bongkar pasang menu katering yang terakhir , tentunya dibantu tante Hening. Bah! banyak juga hasil bongkarannya. Ganti ini, tambah itu, kurangin ini, plus nambah jumlah tamu (lagi-lagi berubah). Nah ini dia menu FINAL:

Menu 3

Buffet                                   1100 porsi
Nasi Putih
Nasi Goreng Thailand Special
Steam boat (dijadikan gubug)
Chicken rollet lemon
Steak lidah + sayuran lengkap
Cah brokoli ayam + tahu
Pasta Lasagna (dijadikan gubug – Aneka Pasta)
Salad bar + croissant + smoked beef (dijadikan stand sendiri)

Dessert, Aneka pudding (variasi), Buah potong
Aneka jus (variasi)                           500 porsi
Aneka snack (variasi)                      500 porsi
Air putih                                        full (jumlah tamu x 4)

Gubug:                                    1100 x 5 = 5500 porsi
Beef braise + roast potato
Chicken Kiff Beef curry wurst
Steak Dory + Potato
Dimsum
Tahu Campur
Bakso DTC
Roti Jala Ayam Kambing
Tempura
Aneka pasta
Beef teriyaki + nasi Nasi Liwet lesehan
Cake Corner
Poffertjes + es krim
Ice blended coffee
Tom Yang Gung noodles (menu baru niy)

Mantabh lah! Eyke aja ngiler abis baca susunan menu.. *kebayang-bayang beef braise andalan DTC* Ternyata ga perlu bayang-bayangin karena kita langsung disuguhin beef braise, trus dimasakin ikan rica-rica, tumis kangkung, & sambal dabu-dabu untuk makan siang (semua per request tante Yanny). Nyum…makan enyak, untungnya punya WO yang udah kenal baik sama pihak katering *senyum..senyum..supaya ga jadi bridezilla* 🙂

Meeting awal WO & Dekor

Oke, satu vendor besar (katering) udah rebes.. Langsung meluncur ke arah Kalibata untuk urusan perkenalan WO dengan pihak Nauli dekor. Berhubung Nauli megang banyak buat resepsi nanti, dari mulai dekor pelaminan, sewa baju adat, prosesi adat saat kirab, dan juga musik khas TapSel (gondang) jadilah dia salah satu vendor terpenting kami. Kali ini mama camer juga ikut karena selama ini selalu ke Nauli sama mama camer.

Disana pun tante Yanny langsung get down to business.

Minta lay out dekor, minta jenis bunga yang bagus (ga boleh bunga cekeran = bunga yang udah dipake di kawinan orang semalem sebelumnya tapi masih lumayan kondisinya), tanya tentang prosesi adat, dan pastinya liat baju adat yang mau disewa. Berhubung pas disana lagi mati lampu, jadilah gelap-gelapan pake senter untuk liatnya, hehe..

Overall udah oke, tinggal urusan lay out dan perbungaan yang mau dibahas lagi pas miting berikutnya. Oiya, ada sedikit perubahan untuk baju penjaga buku tamu yang marun diganti warna dusty pink.

All right then… besok apa lagi ya??? 😉

Bring it on!!

our “campur sari” wedding

August 13, 2009 § 3 Comments

Semua diawali dari percakapan ibu dan anak (di acara pengajian/siraman teman saya/anak dari sahabat mama),

A: Ma, tempat siramannya lucu ya..

M: Iya de, bisa bikin gitu juga di taman belakang. Mau?

A: Lucu siy… (mmm..masih mikir)

…..

M: De, acara sungkeman pake adat bagus juga..

A: Iya ma, tapi kita ganti adat Jawa aja (udah mulai tersetani)

M: He eh.. tapi ga usah pake ngomong bahasa Jawa, emangnya kamu ngerti?

A: Biarin ma, biar khusyu’ kesannya (setuju deh, pake sok2an boso Jowo lagi)

M: Ya kalo gitu ntar bilang ke WO-nya, siraman pake adat Jawa. Kasian juga Papa kalo ga pake adat Jawanya sama sekali.

Hohohohoho…. Jadilah sudah pasti, rangkaian acara pernikahan campur sari kami jadi 2 3 hari! Jadwalnya adalah..

Kamis – Pengajian  & Siraman di rumah CPW (adat Jawa komplit, karena bapak saya wong jowo tulen)

Jum’at – Akad Nikah (pake baju Melayu karena ibu saya ada tetesan darah Melayu-yah gt deh)

Sabtu – Resepsi (adat Tapanuli Selatan karena cami saya Nasution)

Trusss hari Minggunya TEPAR deh gw. Gapapa tepar demi once in a lifetime event. Amiiinnn…..

Katering resepsi

February 12, 2009 § Leave a comment

Biasanya orang lain persiapan nikah diawali pertama DP gedung trus kedua DP catering. Lucunya ini ga berlaku untuk kami. Dengan pikiran bahwa pernikahan kami masih lama, jadi aku dan abang ada waktu untuk cari catering yang cocok. Cocok dari segi rasa, kualitas, harga, dan dekor ga kalah penting. Sebenernya aku ga ngerti soal catering begini, aku serahin pemilihan catering ke mama. Toh pesta pernikahan sebenernya lebih ke pesta orang tua daripada pesta kita kalo di budaya Indonesia. Selain itu, makanan juga komponen vital untuk acara pernikahan jadi pemilihannya harus tepat.

Beberapa vendor lain rekanan Bidakara yang sempet dilirik dan dipertimbangkan yaitu Gandrung, Akasya, dan Alfabet. Mama dari dulu udah cocok banget dengan masakan Gandrung dan awalnya pengeeen banget pake Gandrung. Kalo Akasya ini sering dipakai kantor Papa saat ada acara. Menurut Papa, makanannya enak-enak. Trus Alfabet dilirik karena kaya’nya akhir-akhir ini banyak pernikahan yang pake catering yang lagi booming ini.

Tapi semua berubah waktu kita denger yang namanya Dwi Tunggal Citra. Pertama kali denger dari tante aku yang punya sodara orang BI. Kata tanteku, sodaranya ini udah 2 kali nikahin anaknya di Bidakara dan pake cateringnya DTC. Hmm..mulai deh tertarik, habis sampe dipake 2 kali berarti memuaskan dong layanannya.

Langsung aku cari info & price list DTC. Awal nelvon, aku dilayanin sama Mba Pipit (dimana aku sempet salah denger nama kirain mba Titip, hahahaha dasar bolot). Setelah dikirim fax, kita langsung diundang test food di PTIK. Pertama kali test food, wah berasa deh baiknya crew DTC dan enaknya makanan. Yummy… aku dan abang suka! Trus pertama kali liat dekornya, aku langsung jatuh cinta! Dekor cake corner lucuuuu banget dan mereka punya chocolate fountain. Blom pernah liat yang begini sebelumnya. Unik dan artistik. Satu lagi poin unggul DTC.

Eh..ternyata WO kami juga kerja sama dengan DTC. Wah klop sudah! Jadi gampang kerjasama di hari-H nantinya. Yang lebih lucu lagi, ternyata sahabatnya mama juga kenal baik sama bu Herning pemilik DTC. Trus bu Herning ini dulunya tinggal di komplek yang deket dengan rumahku dulu. What a very small world!

Yowes, beres deh catering resepsi. Insya Allah besok mau DP niy.. Sekarang tingga nentuin mau pakai dwi tunggal citra juga untuk akad atau mau cari yang lain. Aku sama sekali belum mikirin F&B akad karena memang rencananya ga ada acara apa-apa setelah akad nikah. Mungkin snack yang agak berat aja.. well, we’ll see..

pictures taken from:http://www.dwitunggalcitra.com/

Dwi Tungga Citra

CP: Mba Pipit, HP: 021-71400484, 0812.105.40418

Perkembangan undanganku..

February 9, 2009 § 6 Comments

Ada dua perkembangan terbaru soal undangan untuk pernikahan kami nanti. Hal yang pertama adalah pemangkasan jumlah undangan. Jadi setelah acara pernikahan salah seorang sahabat saya kemarin malam di Birawa bidakara, mama berpikir untuk mengurangi jumlah undangan supaya ga terlalu penuh sesak di gedung. Memang pihak Bidakara claim kalau Birawa cukup untuk 3000 tamu, tapi rasanya itupun bakal penuh sesak banget..nget.. Paling sebel dan ga nyaman kan ke pesta pernikahan yang rame banget bikin males dan illfeel gitu. Semalam, undangan pernikahan temen saya kalo ga salah berkisar 500-700, dan itu sudah cukup bikin Birawa ramai bo’. Yah daripada nanti kepenuhan tamu dan bikin suasana ga nyaman, terpaksa oh terpaksa jumlah undangan dipangkas. Maklum saya dan abang dua-duanya bontot di keluarga, jadi maunya finalisasi pernikahan, sow niat awal orang tua adalah mengundang semua teman. Oh well, siapa saja yang (maaf) terpaksa ga diundang masih nanti dipikirnya.

Perkembangan kedua (dan paling bikin aku syenaang…) adalah… jreng..jreng.. Dummy undangan udah jadi!!!! Horee…!!! Kurang lebih satu bulan dari naik cetak, jadi juga niy dummynya. Kemarin sore mampir dulu ke Pasar Tebet untuk ambil dummy, dibela-belain padahal lagi hujan dan Kartu Pesona udah mau tutup, hehehe.. Makasyihhh ya Mba Ana yang sudah berbaik hati bikinin dummy undanganku. 🙂 Walopun dummynya ini belum 100% persis undangan jadi nanti, tapi paling ga udah ada gambaran kira-kira nanti finalnya seperti apa. Huehehehehe…seneng banget lho! Apalagi mama abang bilang undangannya bagus (fiuhh…). Apapun kata orang sebenernya yang penting aku dan abang puas dengan dummy ini. Katanya siy kurang lebih 1 bulan lagi sudah bisa jadi undangannya. Walah..jadinya banyak numpuk dulu selama 8 bulan deh, hehehe.. Aku siy ga keberatan kalo pengerjaannya masih lama, (toh nikahnya masih lama juga) yang penting harus rapi dan bagoes..

ohiya, ini preview sedikit undangan kami.. 😉 Sebenernya ini model frame, tapi bagian framenya blom dibikin oleh pihak Kartu Pesona karena untuk pengerjaan mesinnya mau disekaligusin nanti.

Where Am I?

You are currently browsing the Syukuran pernikahan category at Our Life Journey Together.