Cerita Siraman part deux

November 23, 2009 § Leave a comment

Ternyata eh ternyata Papa masih kuat lho gendong gw! saat diminta untuk gendong oleh MC, papa dengan santai gendong dan jalan beberapa langkah (mungkin kalo ga disuruh berhenti oleh MC, bakal terus digendong si gw, hehehe..)

Kehebohan pecah setelah acara siraman, yaitu saat saweran. Sebetulnya saweran ini harusnya satu prosesi dengan tumplak punjen yang harusnya lagi setelah akad nikah. Well, like I’ve said before, ini adat Jawa koboi. hehehe… Disingkat ga ada tumplak punjen, adanya saweran aja untuk menghibur tamu dan sebagai rasa syukur kedua orang tua gw udah beres mantu.

Begitu gw naik ke kamar untuk ganti baju dan rias, mama dan papa lanjut dengan acara Dodol Dawet. Dari cerita sodara-sodara gw, ini juga HEBOH berat. Ibu-ibu berebut beli dawet pake kreweng yang sudah dibagi sebelumnya. Dawet jualan mama ternyata laris manis, sampe si calon mantenpun ga kebagian.

Lucunya sewaktu gw selesai dirias dan sanggul, begitu turun ternyata tamu-tamu udah pada pulang. Tinggal beberapa keluarga dekat yang masih ngobrol dan makan siang. Padahal masih ada acara Dulangan Pungkasan, tapi MC lupa untuk announce, jadilah tamu-tamu pada pulang. Yang ada gw udah cantik tapi ga bisa ngeceng deh, hohoho.. 😉 Dulangan Pungkasan ini bermakna bahwa orang tua sudah ikhlas melepas anaknya untuk berumah tangga secara mandiri dengan pilihannya.

Kebaya pink yang gw pake ini dadakan baru dipilih malam sebelumnya karena kebaya yang rencananya untuk siraman jahitannya gagal (kurang enak jatoh di badannya). Untung ada kebaya pink yang belum pernah dipake ini, jadi slamet deh.. Btw, kebaya pink ini juga jahit di Tante Titiek.

Cerita Siraman

November 23, 2009 § Leave a comment

Setelah pengajian kurleb 1 jam, acara lanjut dengan prosesi siraman pake adat Jawa. Sebetulnya ga Jawa-jawa banget, agak campur sari begitu. Soalnya walopun keluarga papa tulen dari Jawa tapi mereka ga terlalu pakem dengan adat. Yaa..yang penting ada siraman aja, engga ada pasang bleketepe dan lain-lain. Mungkin untuk sebagian orang ini kurang nJawani, tapi yoweslah ya itu siy pendapat masing-masing  aja..

Sebelum siraman ada acara sungkeman ke kedua orang tua dan juga ke eyang putri. Pas sungkem ini gw KAKU abist! berasa banget kagok dan ga bisa sungkem dengan bener. Padahal udah dibantu dan dipandu pemangku adat, tapi teteup anehhh.. apalagi pas liat di foto *LOL*, aneh banget posisi dan cara gw kasih salam dan sungkem.


Selama prosesi sungkeman, dipandu sama pemangku adat. Nah si bapak berblangkon dan jarik ini nyerocos dengan fasih pake Jawa kromo inggil. Walahhh yang ada gw pengen ketawa-ketawa karena ga ngerti sepatah katapun. Ternyata ibuku yang bukan orang jawa juga sama ga ngerti dan senyum-senyum aja. Ga khusyu’ lah ya hai sungkemannya.

Prosesi Siramannya sendiri berlangsung lancar alhamdulillah.. Pertama tujuh macam air dicampur oleh kedua orang tua, tuang ke air siraman, trus mulai deh.. BYUR!!!


Brrr… walopun udah pake air hangat, tetep gw kedinginan, wong cuma pake kemben, 😉

Setelah disiram para sesepuh, bude, dan tante, diakhiri dengan siraman ketua pengajian Khairunisa. Lanjut dengan Pangkas rambut Rikmo.

Potong rambut ini maksudnya buang sial membuang segala hal buruk agar pernikahan lancar. Rambut sebelah kanan dipotong papa dan kiri dipotong mama, lalu potongan rambut dimasukkan ke dalam air mawar dan kemudian ditanam dalam tanah. Baru kemudian dilanjutkan dengan wudhu dan pecah kendi. Katanya pecah kendi ini ada maknanya juga, tapi eyke ga tau bo..

sekarang segini dulu ya, more stories to come…..

Pengajian pra pernikahan

November 23, 2009 § 2 Comments

Hari & Tanggal: Kamis, 5 November 2009

Venue: Rumah si sayah

Acaranya dimulai pagi jam 9, dengan rumah yang udah didekor dan meja katering tertata rapi, pagi-paginya saya dan keluarga masih bisa santai-santai. Tim WO udah mulai berdatangan jam 7 bareng sama katering yang bawa makanan.


Nah, berhubung tamu-tamu yang diundang kebanyakan saudara, jadilah mereka inisiatif untuk dateng lebih awal. Dari mulai jam 8 tamu-tamu udah banyak, padahal gw masih berkaos dan celana pendek *LOL*. Langsung terbirit-birit masuk kamar, ganti baju pengajian trus dandan. Karena periasnya baru dandanin nanti setelah siraman, pagi itu saya dandan ndiri. Dandanan soft aja buat pengajian siy..

Tepat jam 9 acara dimulai dengan lantunan shalawat dari ibu-ibu pengajian Khariunnisa (Pejaten). Ibu-ibu ini udah PRO deh untuk acara-acara pernikahan ini. Suaranya bagus dan juga mereka sangat on time. Sekitar 15 menit saya nunggu di kamar, jadi ceritanya nanti CPW keluar dari kamar menuju “pelaminan” sederhana hasil dekor tim WO. Ehiya lupa cerita, WO saya jago dekor jadinya ga sewa dekor lagi untuk rumah. Cukup sewa tenda aja dari rekanan WO, trus soal bunga dan dekor tempat siraman + kamar pengantin udah urusan WO semua semua.


Setelah itu ngaji beberapa ayat dari: Q.S. An-Nisa, Q.S. Lukman, Q.S. Ar-Rahman. Ada beberapa ayat dimana saya yang baca sari tilawahnya, awalnya pengen baca ayatnya, tapi berhubung ku bukan Qari yah cukup sari tilawah sajah. Pengajian jalan sekitar 1 jam dan tiba-tiba “….!” mati lampu!

Jadilah ada sebagian tamu yang gelap-gelapan ga ada lampu. Untungnya atas saran WO kita udah sewa genset untuk AC, ga kegerahan walopun gelap-gelapan. 🙂 Alhamdulillah insiden mati lampu cuma sekitar 1/2 jam, langsung nyala lagi. Sepertinya tetangga sebelah rumah yang notabene orang P*N langsung telvon kantornya (makasih Oom…). Satu lagi glitch pas pengajian, ada insiden kebakaran kibor pemusiknya. Masih blom jelas kenapa bisa kebakar, kemungkinan karena pas mati lampu, si pemain kibor inisiatif nyambungin alat musiknya ke genset tanpa konsul ke operator genset. Kasian si bapak…

Permohonan maaf dan permintaan ijin saya ke kedua orang tua dibaca saat pengajian ini. and you know what? I broke down and could hardly read the text in front of me. It was so hard not to cry, the feeling of gratefullness, regrets (for being such a brat), and happiness to have such wonderfull parents mixed down to my tears. Afterwards, I felt relieved and truly happy being my parents daughter. 🙂


My dad gave such a great advice in return, on how to be a good wife and how to build a household together with my husband. It was such an amazing speech for me, and I would dearly keep his words in my heart and mind for the rest of my life. Love u Papa!

Setelah itu salam-salaman dengan semua hampir semua tamu, dan si akuh buru-buru digiring ke atas buat persiapan siraman.



to be continued to Siraman…

foto-foto lebih banyak menyusul yaa….

imprisoned in the baby room

November 4, 2009 § 7 Comments

Update status (macem facebook-an): Rumah berantakan, kamar diobrak-abrik, si gw dikurung di kamar bayi.

Banyak orang rawa-riwi, hilir mudik bawa-bawa segala macem benda. Dari mulai tiang-tiang, kain-kain, karpet, lampu, chandelier, bunga, AC, genset, dan berbagai peralatan perang persiapan untuk besok. What’s happening tomorrow??

Gw bakal DISIRAM SIRAMAN! *lol* 🙂

Plus pengajian tentunya. Rencananya jam 9 mulai acara jadi sekitar jam makan siang semua udah bisa beres. Undangan juga ga banyak, sekitar 50an orang. Cuma sodara, temen deket/pengajian mama, dan beberapa tetangga deket rumah.

Hmm.. I wonder how it’s gonna be tomorrow. Will I cry? Will I break down when delivering my ‘minta ijin‘ speech? Whew..really I don’t know.

Well, sekarang tugas gw adalah bikin teks “Ungkapan Kasih Sayang + Permohonan Ijin Nikah“. Karena di akad nanti, pengantin perempuan (that’s me) tidak dihadirkan saat sebelum ijab. Trus ga ada lagi pembacaan mohon ijin nikah, semua udah pas sungkem sebelum siraman.

Nah, berhubung gw si ga-bisa-diem ini daritadi mondar-mandir penasaran pengen liat tempat siraman, tempat sungkem, dan kamar pengantin yang lagi dirias jadi ciamik, jadilah sekarang dikurung di kamar bayi ponakan. Dikasi bekel laptop dan koneksi internet aja supaya diem dengan cantik. Biar keluar aura pengantinnya katanya, 😉

handing over my baby

August 20, 2009 § 4 Comments

It’s hard to believe how fast time goes by. It has been 8 months since our engagement and only 2 months to go to our big fat wedding.

As was planned before, we’re going to start delegating tasks to our wedding organizer around this time.

Abang told me that I have to stop thinking too much about the wedding and let the WO do their job (yes, I admit this wedding is like my baby, it’s really hard to hand it over to another party).

Anyway we decided to hire a WO as to make our life easier, that’s what I have to keep in mind. 🙂

Daaan, mulailah delegasi tugas, vendor, dan lain-lain ke WO.

Tepatnya kemarin aku dan mama ketemuan sama tante Yani dan teh Dea (our WO) di Secret Recipe PIM. Hampir 2,5 jam lebih kita diskusi banyak hal. Dari mulai pengajian/siraman, akad nikah, trus resepsi, semua dibahas satu per satu supaya lebih jelas. Karena selama ini pihak WO ga terlibat dalam pemilihan dan deal dengan vendor, jadi mereka banyak tanya-tanya dan minta ada perkenalan dulu (siip bisa diatur).

Kali ini lebih banyak ngebahas tentang acara pengajian-siraman, soalnya acara yang satu ini bener-bener diurusin WO. Sampe buku pengajian, souvenir, dan printilan lain pun mereka yang urus. Aku cukup cape ngurus akad n resepsi, lagipula takutnya aku gada waktu.

Bahas konsep yang kita mau (Jawa komplit), walhasil aku dan mama banyak ga ngerti pas tante Yanny jelasin tentang adat Jawa untuk siraman. Ada pasang beleketepe, tumplak punjen, jualan cendol, dll. Hohohoho..ketauan kan Jawa palsunya (langsung niat cari tau lebih banyak, pnasaran euy..).

Selesai bahas pengajian-siraman, lanjut omongin acara akad nikah dan resepsi. Untuk dua hal terakhir, ga terlalu banyak yang dibahas karena vendor udah ada semua, tinggal dihubungin sama WO aja. Aku cuma wanti-wanti ke WO, minta bunga yang bagus untuk dekor pas resepsi .

Awalnya aku sempet ragu dengan pake WO ini, tapi minggu lalu liat perform mereka di nikahan temen, jadi langsung percaya 101%!

Very professional and responsible. We have faith in you tante.. 😉 Smoga lancar jaya yaa..

pic taken from http://classylittlebride.com

our “campur sari” wedding

August 13, 2009 § 3 Comments

Semua diawali dari percakapan ibu dan anak (di acara pengajian/siraman teman saya/anak dari sahabat mama),

A: Ma, tempat siramannya lucu ya..

M: Iya de, bisa bikin gitu juga di taman belakang. Mau?

A: Lucu siy… (mmm..masih mikir)

…..

M: De, acara sungkeman pake adat bagus juga..

A: Iya ma, tapi kita ganti adat Jawa aja (udah mulai tersetani)

M: He eh.. tapi ga usah pake ngomong bahasa Jawa, emangnya kamu ngerti?

A: Biarin ma, biar khusyu’ kesannya (setuju deh, pake sok2an boso Jowo lagi)

M: Ya kalo gitu ntar bilang ke WO-nya, siraman pake adat Jawa. Kasian juga Papa kalo ga pake adat Jawanya sama sekali.

Hohohohoho…. Jadilah sudah pasti, rangkaian acara pernikahan campur sari kami jadi 2 3 hari! Jadwalnya adalah..

Kamis – Pengajian  & Siraman di rumah CPW (adat Jawa komplit, karena bapak saya wong jowo tulen)

Jum’at – Akad Nikah (pake baju Melayu karena ibu saya ada tetesan darah Melayu-yah gt deh)

Sabtu – Resepsi (adat Tapanuli Selatan karena cami saya Nasution)

Trusss hari Minggunya TEPAR deh gw. Gapapa tepar demi once in a lifetime event. Amiiinnn…..

Where Am I?

You are currently browsing the Siraman category at Our Life Journey Together.