Tentang mama, camer, dan kebaya

March 8, 2009 § 14 Comments

Di kunjungan kedua ini, awalnya cuma untuk nemenin mama dan mama camer untuk ketemu dengan tante Titiek dan diskusi tentang model kebaya mereka nantinya. Namun, akhirnya saya ikutan juga masukin bahan brokat untuk kebaya resepsi. Niatan awal adalah nunggu kebaya akad yang on progress selesai dijahit dulu. Sudahlah sekalian aja, daripada harus bolak-balik kesana lagi.

Seru juga kali ini berusaha menyatukan keinginan kedua mama-mama. Di satu sisi mama suka sekali pakai kebaya dari bahan brokat, di sisi lain mama camer lebih memilih memakai tipe baju muslim. Selain itu, mama yang sudah sering jahit kebaya dengan berbagai ragam model sehingga tante Titiek bingung harus membuatkan model apa lagi untuk mama. Maklum kedua mama kami berjilbab jadi modelnya tidak bisa aneh-aneh. Mau dibuatkan model sederhana, takutnya kurang cantik untuk dipajang saat resepsi. Mau model yang unik, kok rasanya terlalu chic ya untuk ibu-ibu? Hehe.. setelah diskusi cukup lama dan lihat berbagai model, Alhamdulillah tercapai kata sepakat. ๐Ÿ™‚

Sekilas tentang kebaya mama-mama, sekarang tentang kebaya resepsi saya. Saya dan tante Titiek diskusi cukup panjang tentang model kebaya resepsi ini, dan sedikit modifikasi di model kebaya akad. Untuk kebaya akad, saya minta modifikasi tempelan dan payet model punggung yang seperti kebaya ijo ini.

Melalui proses brainstorming tentang apa yang saya suka dengan saran dan masukan dari tante Titiek, akhirnya jadilah model kebaya resepsiku. Well, berhubungย  gwudah ngecengin beberapa model kebaya di majalah Perkawinan, jadinnya ada comot disain sana-sini. Contekan model-model kebayanya dari foto-foto ini, yang kemudian di disain ulang oleh tante Titiek.

Kebayang ga seperti apa? Berharap-harap cemas tentang hasil jahitannya yang masih wandatau kapan jadi. ๐Ÿ˜‰ Ga terlalu khawatir juga siy, karena selama 3 tahun jahit di sini, aku ga pernah kecewa dengan hasilnya. Amazing…!!!

Ini alamat dan contact tante Titiek:’

Griya Busana Maya
Jl. Wahab No.1A, Utan Kayu
CP: Tante Titiek, no telvon: (021) 850 83 16

Bagi-bagi seragam part 1

March 3, 2009 § 8 Comments

Masih delapan bulan lagi siy nikahanku tapi udah mulai nyicil bagi-bagi seragam untuk keluarga hari Minggu kemarin, hehehe… Mudah-mudahan ga kecepetan niy bagiin seragamnya. Pembagian seragam ini baru untuk keluarga abang sebenernya. Alasan kenapa dibagiin sekarang adalah karena (1) mumpung lagi ada acara keluarga besar dimana semua ngumpul dan (2) tante2 dan sepupu2 abang biasa jahit di 1 tempat yang sama, takutnya ga sempet tante Ning (penjahitnya yang masih saudara juga) untuk jahitin segitu banyak kain.

Maklum keluarga abang tergolong besar. Mama Nasution 6 bersaudara dan Ayah 4 bersaudara. Ditambah lagi sepupu yang jumlahnya sampai puluhan! Sepupu perempuan saja ada 30 lebih. Wehee, kebayang kan gimana ribetnya tante Ning untuk jahit semuanya. Makanya kita bagiin dari sekarang supaya tante Ning bisa bernafas dikit, hehehe.. Selain tante dan sepupu, empat orang kakak perempuan + iparnya abang juga mau jahit di tempat yang sama. Hihihihi, ga kebayang jadi tante Ning, tiba-tiba ketiban order jahitan menumpuk (hehe..rejeki ya tante..) ๐Ÿ˜‰

Waktu bagi-bagi seragam, pertanyaan yang sering muncul dari sepupu-sepupu abang:

Modelnya apa niy nggi?

dan

Untuk keluarga anggi, warnanya apa?

Model siy bebas merdeka aja, ga ada batasan khusus, aku bilang asal jangan dijahit jadi bikini aja, hehehe… Kalo soal warna untuk sepupu abang, aku pilihin burgundy, sedangkan untuk sepupuku warna pale pink. Dipilih begitu karena sepupu abang sudah banyak yang berkeluarga, jadi pertimbangannya harus warna yang lebih dewasa. Sedangkan sepupu2 aku masih banyak yang kecil-kecil (ada juga siy yang udah berkeluarga), jadi gapapa dikasi warna pink.

Oiya, untuk bahan seragam ini, semuanya aku beli di De Moda, D’Best Fatmawati. Pilihan bahan-bahan brukat disana bagus-bagus, halus, dan yang terpenting harga murah meriah deh! Jadi ga jebol kantong kalo harus nyeragamin banyak sodara kaya’ gw ini. Di De Moda juga lagi ada sale 40% untuk bahan brukat Perancisnya, lumayan juga pilihan warnanya kalo ada yang mau cari untuk kebaya pengantin (he..walopun gw ndiri ga pake brukat Perancis, mahal bow!).

Tambahan info ga penting: yang punya De Moda n La Moda (Mayestik) masih saudaraan, jadi koleksi bahannya sama aja di 2 tempat ini. Satu lagi, aku kalo ke De Moda slalu minta Mba Irma atau Mba Dini sebagai SA, soalnya mereka berdua ini telaten cariin bahan dan pinter padu-padan warna (hehe, kok gw jd promosi…).

His trip to Nauli..

February 11, 2009 § 2 Comments

Secara akhir-akhir ini aku lagi disibukkan dengan segala presentasi, tugas, dan kerja kelompok, blom lagi mid term minggu depan, jadinya ga bisa urus-urus yang namanya nikahan. Alhamdulillah tunanganku yang baik hati dan sangat helpfull mau turun tangan untuk urusin kawinan kami. I’m so lucky to have the most understanding man to be my husband (hihihihihi…).

Kemarin malam, abang akhirnya pergi nemuin pak Asdi dari Nauli dekorasi tanpa aku. Ga sendiri juga siy, mama camer juga ikut (aku ga kebayang kalo abang harus bener-bener sendirian kesana). Hehe..makasiy ya bang dan mama (maaf niy ga bisa ikut). Anyway, perkembangan dari ketemu empunya Nauli semalam adalah:

  • Dikasih harga total yang sudah didiskon, untuk : Dekorasi resepsi, Sewa kain songket untuk keluarga, Sewa baju among tamu, Rias dan sewa baju 6 buku tamu, Prosesi onang-onang (untuk penyambutan pengantin)
  • Pergantian warna bunga, tadinya cuma pink-putih, sekarang ada tambahan aksen kuning sedikit (supaya cerah)
  • Trus karena kita juga ambil MC dari Nauli, eh dikasi diskon lag!
  • Akhirnya abang dan mama DP 25%

Yeay! sekarang udah pasti deh ambil dekor dari Nauli. Tadinya aku pengen minta bonus untuk dekor kamar pengantin di rumah, tapi ga enak karena pak Asdinya baik banget udah kasi diskon banyak. Blom lagi dia mau ngurusin segala printilan di gedung nanti (karena Nauli bukan rekanan, jadi banyak yang harus diurus. Yoweslah, we got a good deal in the end and we’re happy with this vendor.

Wedding color

January 26, 2009 § 10 Comments

Seringkali ini tidak menjadi perhatian capeng saat mempersiapkan pernikahan (just like me, hehehe..). Padahal ternyata menentukan warna dan tema pernikahan ini penting banget karena akan berpengaruh ke semua elemen pesta dan suasana yang mau dibangun, terutama untuk dekor. Emang siy kadang tamu ga terlalu merhatiin hal seperti warna dan dekorasi. Tapi akan aneh juga kalo ga ada koordinasi warna sama sekali, misalnya pengantin pake baju biru sedangkan keluarganya merah, trus pelaminan didekor dengan bunga dan hiasan kuning! Too many colors.. yang ga akan enak dipandang.

So… ada baiknya kita tentuin dulu tema warna wedding. Misalnya dimulai dari pengen pake baju/kebaya pengantin warna apa. Nah, dimulai dari baju kita sebagai capeng dicari deh turunan warna dan kombinasi yang cocok. Kalo bingung, sekarang banyak kok color palette generator dan software untuk color coordination. Beberapa yang saya temuin dan bisa dengan mudah dipakai:

Sebenernya saya pengen banget pake kebaya pengantin fuschia gitu, tapi dipikir-pikir kasian juga abang harus stuck dengan pink gonjreng hanya demi kesenangan gw, ๐Ÿ˜‰ Pada akhirnya saya memilih warna merah marun & gold untuk wedding color kami. Abang sendiri siy lebih milih gold aja, tapi setelah temen saya yang nikah pake warna gold bilang kurang “nyala” kalo pake gold, kombinasi marun-gold menjadi pilihan. Supaya ga melulu warna marun dan gold aja, jadi deh kombinasi warna syukuran pernikahan kami seperti ini:

the wedding color palette of anggi-fakar

the wedding color palette of anggi-fakar

Rencananya adalah:

  • Pastinya baju pengantin akan warna merah marun + gold (dari songket)
  • Baju orang tua burgundy agar beda sedikit (pengantin tetep harus lebih ‘jreng!’).
  • Untuk kakak2 perempuan dipilih warna coklat campur mauve
  • Untuk ponakan perempuan rasanya fuschia akan membuat kelima gadis cilik ponakan kami terlihat cerah.
  • Kakak-adik orang tua dan among tamu warna marun (tanpa gold)
  • Para sepupu pale pink (sepupu saya) dan pale burgundy (sepupu abang) jadi pilihan
  • Sedangkan para sahabat, saya memilih paduan warna marun+pink.

Sedangkan untuk akad nikah, saya akan pakai brukat warna off white. Trus seragam hanya dibagikan untuk keluarga inti (ortu, saudara kandung, dan ponakan) dengan kombinasi warna:

wedding-colour-akad

the wedding color palette (akad nikah)

Selain seragam, undangan dan dekorasi juga menggunakan warna-warna tersebut. Undangan kami lebih ke arah merah marun-ivory white. Sedangkan dekorasi masih bingung untuk pemilihan bunga dan warna pelaminan. Saya pengen pelaminan campuran merah-gold-pink, tapi ga tau hasilnya bisa bagus ga.

Where Am I?

You are currently browsing the Seragam category at Our Life Journey Together.