Pengajian pra pernikahan

November 23, 2009 § 2 Comments

Hari & Tanggal: Kamis, 5 November 2009

Venue: Rumah si sayah

Acaranya dimulai pagi jam 9, dengan rumah yang udah didekor dan meja katering tertata rapi, pagi-paginya saya dan keluarga masih bisa santai-santai. Tim WO udah mulai berdatangan jam 7 bareng sama katering yang bawa makanan.


Nah, berhubung tamu-tamu yang diundang kebanyakan saudara, jadilah mereka inisiatif untuk dateng lebih awal. Dari mulai jam 8 tamu-tamu udah banyak, padahal gw masih berkaos dan celana pendek *LOL*. Langsung terbirit-birit masuk kamar, ganti baju pengajian trus dandan. Karena periasnya baru dandanin nanti setelah siraman, pagi itu saya dandan ndiri. Dandanan soft aja buat pengajian siy..

Tepat jam 9 acara dimulai dengan lantunan shalawat dari ibu-ibu pengajian Khariunnisa (Pejaten). Ibu-ibu ini udah PRO deh untuk acara-acara pernikahan ini. Suaranya bagus dan juga mereka sangat on time. Sekitar 15 menit saya nunggu di kamar, jadi ceritanya nanti CPW keluar dari kamar menuju “pelaminan” sederhana hasil dekor tim WO. Ehiya lupa cerita, WO saya jago dekor jadinya ga sewa dekor lagi untuk rumah. Cukup sewa tenda aja dari rekanan WO, trus soal bunga dan dekor tempat siraman + kamar pengantin udah urusan WO semua semua.


Setelah itu ngaji beberapa ayat dari: Q.S. An-Nisa, Q.S. Lukman, Q.S. Ar-Rahman. Ada beberapa ayat dimana saya yang baca sari tilawahnya, awalnya pengen baca ayatnya, tapi berhubung ku bukan Qari yah cukup sari tilawah sajah. Pengajian jalan sekitar 1 jam dan tiba-tiba “….!” mati lampu!

Jadilah ada sebagian tamu yang gelap-gelapan ga ada lampu. Untungnya atas saran WO kita udah sewa genset untuk AC, ga kegerahan walopun gelap-gelapan. 🙂 Alhamdulillah insiden mati lampu cuma sekitar 1/2 jam, langsung nyala lagi. Sepertinya tetangga sebelah rumah yang notabene orang P*N langsung telvon kantornya (makasih Oom…). Satu lagi glitch pas pengajian, ada insiden kebakaran kibor pemusiknya. Masih blom jelas kenapa bisa kebakar, kemungkinan karena pas mati lampu, si pemain kibor inisiatif nyambungin alat musiknya ke genset tanpa konsul ke operator genset. Kasian si bapak…

Permohonan maaf dan permintaan ijin saya ke kedua orang tua dibaca saat pengajian ini. and you know what? I broke down and could hardly read the text in front of me. It was so hard not to cry, the feeling of gratefullness, regrets (for being such a brat), and happiness to have such wonderfull parents mixed down to my tears. Afterwards, I felt relieved and truly happy being my parents daughter. 🙂


My dad gave such a great advice in return, on how to be a good wife and how to build a household together with my husband. It was such an amazing speech for me, and I would dearly keep his words in my heart and mind for the rest of my life. Love u Papa!

Setelah itu salam-salaman dengan semua hampir semua tamu, dan si akuh buru-buru digiring ke atas buat persiapan siraman.



to be continued to Siraman…

foto-foto lebih banyak menyusul yaa….

imprisoned in the baby room

November 4, 2009 § 7 Comments

Update status (macem facebook-an): Rumah berantakan, kamar diobrak-abrik, si gw dikurung di kamar bayi.

Banyak orang rawa-riwi, hilir mudik bawa-bawa segala macem benda. Dari mulai tiang-tiang, kain-kain, karpet, lampu, chandelier, bunga, AC, genset, dan berbagai peralatan perang persiapan untuk besok. What’s happening tomorrow??

Gw bakal DISIRAM SIRAMAN! *lol* 🙂

Plus pengajian tentunya. Rencananya jam 9 mulai acara jadi sekitar jam makan siang semua udah bisa beres. Undangan juga ga banyak, sekitar 50an orang. Cuma sodara, temen deket/pengajian mama, dan beberapa tetangga deket rumah.

Hmm.. I wonder how it’s gonna be tomorrow. Will I cry? Will I break down when delivering my ‘minta ijin‘ speech? Whew..really I don’t know.

Well, sekarang tugas gw adalah bikin teks “Ungkapan Kasih Sayang + Permohonan Ijin Nikah“. Karena di akad nanti, pengantin perempuan (that’s me) tidak dihadirkan saat sebelum ijab. Trus ga ada lagi pembacaan mohon ijin nikah, semua udah pas sungkem sebelum siraman.

Nah, berhubung gw si ga-bisa-diem ini daritadi mondar-mandir penasaran pengen liat tempat siraman, tempat sungkem, dan kamar pengantin yang lagi dirias jadi ciamik, jadilah sekarang dikurung di kamar bayi ponakan. Dikasi bekel laptop dan koneksi internet aja supaya diem dengan cantik. Biar keluar aura pengantinnya katanya, 😉

Where Am I?

You are currently browsing the Pengajian category at Our Life Journey Together.