Motherly love is all we need

December 22, 2010 § Leave a comment

Di tahun-tahun sebelumnya aku engga pernah ikut dalam euforia Hari Ibu, lewat aja layaknya hari biasanya. Lain kejadiannya di tahun ini. Tahun ini rasanya ada yang lebih aja di Hari Ibu ini, mungkin karena faktor aku lagi hamil kali ya.

I even took the time to hug and kiss meine mutter sambil ngucapin “Selamat hari Ibu mah… love u!”. Padahal engga pernah-pernahnya gw ngucapin selamat hari ibu #anakdurhakajanganditiru. Emang siy waktu TK dan SD, aku inget suka bikin prakarya untuk dikasih ke Mama di hari Ibu. Tapi itu juga bukan karena euforia hari Ibu, lebih karena disuruh sama bu guru. 😉

Entah kenapa di tahun ini semua berasa beda. Dengan kepikiran bahwa aku insya Allah sebentar lagi juga jadi “ibu”(amiiiin..), berasa sayaaang banget ke nyokap. Trus jadi ngerasa banyak dosa juga karena udah suka bandel, ngelawan, engga nurut, dan engga dengerin what she was telling me. Padahal selama 25 tahun lebih, meine mutter selalu (bener-bener selalu..) ada buat gw. Ngurusin dari mulai gw jaman kipiriyik sampe….seterusnya lah. Walopun gw udah nikah, udah mau jadi ibu, I am still her daughter and nothing is going to change that.

Back when I was a baby, she was my guardian, teacher, and caregiver.Loving me unconditionally even though I was born bald (meine mutter pingsan lagi begitu tau anak perempuannya pas lahir botak juga, oh well..genetics).

As a child, she was always there to heal my wounds (whenever I fell down, yes I fell down A LOT). She hugged me as I cried and told me that my wounds will heal soon as she kissed the pain away.

As I grow older, she became not just a mother; she is also my best(est) friend. The one I turn to whenever I need reassurance. She’s always (always..always..and always) there to lift up my spirit. No, she doesn’t kiss any pain away now, but rather she told me that everything will be all right and life has its own twist and turn.

Without her love and encouragement, I will never be the person I am. I won’t be as strong as a woman. I won’t achieve all those that I have.

My mother is my idol. She may be an ordinary housewife for some people, but for me (and my brother) she’s the BEST mother any child could ask for. She always give 110 percent for her children and that’s just the way I want to be as a mother to my children.

LOVE u mama..!

Happy MOTHER’s DAY to all of you.. 🙂

the OBGYN story

December 1, 2010 § 4 Comments

Dari dulu bangeeed gw udah bertekad untuk ke obgyn perempuan kalo hamil. Ga tau kenapa, kaya’nya lebih nyaman aja. Tapi apa mau dikata, ternyata ga segampang itu untuk nyari ketemu obgyn yang cocok dan sreg di hati. Beneran deh, urusan per-dokter-kandungan ini kaya’ urusan jodoh. Susah-susah gampang nyarinya.. 😀 Bisa aja orang lain cocok tapi belum tentu kita ngerasa hal yang sama.

So far, gw udah ganti sampe not one nor two but FOUR obgyns! Yeah, call me picky or just plainly fussy, but it’s my (and our baby’s) fate and well being that we’re putting in the hand of the doctor for the rest of 40 weeks in our life. That is quite a long time to manage a relationship with a person. Jadi menurut gw dan suami, wajar aja kalo kita berusaha cari yang tercocok terbaik untuk kita, right?

Obgyn 1: A female doctor at RS P*nd*k Ind*h

The doctor was recommende by my sis-in-law. She gave birth to her two sons with the aid of this good doctor. Gw juga udah sampe dua kali periksa ke bu dokter. Menurut gw dokternya kompeten dan sangat logis. Hmmm mungkin karena saking logisnya, jadi berkesan kaku dan dingin gitu. Gw merasa ga  ada emotional connection dengan bu dokter. Selain itu jadwal prakteknya juga entah kenapa selalu tabrakan dengan meetingnya Fakar. Malesh dooong periksa kehamilan tanpa ditemenin suami. Yowes, see you when-when bu dokter cantik… 😉

Obgyn 2: Another female doctor, at RS M*C

This time, we picked our doctor just by availability (hihaaa….). Berhubung lagi di rumah mertua, ke RS yang deket aja. Once again, dokternya baeeek…banget dan ramah. Saking ramahnya, gw jadi berasa ngobrol sama temen. Selain itu juga bu dokter yang bak model ini masih muda. At least she looked young, hehe… Dengan faktor tampak kelewat muda, gw dan fakar ga sreg untuk balik ke dokter ini. Oiya, I went to this doctor before actually getting pregnant.

Obgyn 3: Balik lagi ke RS P*nd*k Ind*h tapi ganti dokter

Waktu itu ceritanya udah menuju setahun nikah daaaan belum juga dapet rejeki momongan. Untuk memuaskan berbagai pihak, ahirnya kita cari SpOG yang KFer. His name was the only one we found, ahirnya nyerah untuk cari obgyn cewe. Kesan pertama ketemu pak dokter: baik dan sangat ahli di bidangnya, kita cocok.. titik. Gw disuruh periksa di siklus berikutnya, dari mulai tes lab sampe HSG. Okay, kami nurut dengan patuh.

Udah nyiapin mental untuk segala tes dan hasilnya, eh..ga nyampe 2 minggu kemudian we got tha BIG FAT +! 😀 Balik langsung ke pak dokter to share the good news untuk mastiin kesehatan si calon baby. Gw diminta untuk ngejalanin sederet tes dari mulai TORCH sampe gula darah dan dikasi pre-natal vitamins (yups in plural).

Ketidakcocokan gw dimulai dari interpretasi hasil tes lab dan juga peresepan pre-natal vitamins yang berbagai rupa itu. Engga ada maksud gw untuk sok tau dibanding pak dokter dengan pengalaman yang mungkin lebih lama dibanding umur gw. Cumaaan selama gw kuliah farmasi 5 tahun, gw sudah terdoktrinasi dengan “setiap obat yang mg emiliki efikasi PASTI memiliki efek samping!“. I just don’t feel comfortable and safe about taking all those medications while pregnant with our child.

We decided that it was time to look for a second opinion. Here we go again..another search for another good doctor.

Obgyn 4: dr. Ridwan at KMC

This time I’m mentioning the doctor’s and hospital’s name because as you might’ve guess, this is it! Yups, we finally found a doctor (and hospital) that we’re comfortable and can relate with. Gw pilih ke KMC untuk cari second opinion karena denger-denger dari info googling rumah sakit ini sangat menerapkan RUM (rational use of medicine), jadi ga akan sembarangan ngasih obat buat bumil. Truss kenapa dr.Ridwan? simply because he practice everyday at KMC. Sengaja nyari yang tiap hari ada, supaya ga ribet atur-atur jadwal periksa. Alhamdulillah…kali ini gw dan suami CUCOK dengan pak dokter. He gives an elaborate explanation on questions we I asked. Heck, he even took the time to draw a sketch of the gestational sac-yolk-embryo development! 😀 Another plus for dr.Ridwan, he told us that a good nutritous diet is far better off than any pre-natal vitamins or pre-natal milk available on the market. Back to the ol  good polapit. 😉

On the pregnancy..

November 22, 2010 § 7 Comments

So far hal-hal umum yang dirasain oleh para bumils, alhamdulillah aku rasain juga. Yang paling dominan siy ada dua ya:

Mual, bukan sekedar morning sickness karena bisa tiap saat menerjang sehari-harinya.

Ngantuk ga ketulungan. Nah yang satu ini emang bikin gw jadi kebooo berat! Bawaan orok kali ya maunya tidur teruss. 😉

Selain dua hal di atas, satu lagi yang berubah (harus berubah lebih tepatnya) adalah appetite makan aku. Dari kecil udah terkenal sebagai picky eater dan malas makan. Hal ini berlanjut juga sampe sekarang sebelum hamdun. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Parents-to-be category at Our Life Journey Together.