sekilas tentang baju adat tapsel

November 25, 2009 § 3 Comments

Di atas pelaminan….

Tamu 1: “Ini adat apa ya mba?” dengan wajah bingung

Anggi: “Adat Tapanuli Selatan pak..” diiringi senyum manis

Tamu 2: ” Masa’ sih.. kaya’nya adat Kalimantan deh, tuh liat ukiran di pelaminan” nunjuk-nunjuk ke atas dengan wajah yakin 100%

Tamu 1: ” Oh.. kalimantan ya mba?” loh kok ga percaya sih sama penganten?

Anggi: “Bukan pak..  Tapanuli Selatan..” sambil teriak lebih kenceng supaya mereka denger

Tamu 1 & 2: “Ohh… Batak…” ralat: mandailing bukan batak.


Kejadian di atas ga cuma sekali atau dua kali, selama di pelaminan banyak tamu yang bertanya-tanya tentang baju adat dan juga dekorasi yang kami pakai. Hmm….ternyata jarang ya yang pakai baju adat Mandailing ini di Jakarta, walaupun banyak keturunan mandailing yang tinggal di jakarta.

Awalnya saya dan fakar mau pakai baju nasional aja saat resepsi. Tapiii diprotes orang tua. Menurut mereka, kapan lagi bisa pakai baju adat selain acara pernikahan. Selain suatu hal yang unik, kita juga ikut melestarikan kebudayaan bangsa. Pilihan pertama adalah pakai baju adat Jawa karena bapak saya orang Jawa. Well, berhubung saya ga mau dikerik dan ga mau keliatan lebih nong..nong..jenong pas nikahan, adat Jawa pun dicoret. Jatuhlah pada pilihan kedua pakai baju adat Tapanuli Selatan, dan inilah hasilnya…

Baju pengantin laki-laki:

– Penutup kepala disebut Ampu, yang merupakan mahkota yang dipakai raja-raja Mandailing di masa lalu. Bahannya beludru hitam dengan ornamen keemasan. Hiasan di pinggir ampu yang bentuknya kaya’ knalpot itu mengarah ke atas dan bawah, memiliki makna: ke atas: selalu ingat pencipta, ke bawah: selalu rendah hati.

Baju godang yang berbentuk jas.

– Ikat pinggang warna keemasan dengan selipan 2 pisau kecil disebut bobat.

– Gelang polos di lengan atas warna keemasan

– Kain sesamping dari songket. Berhubung ga ada songket tapanuli, jadilah kita pakai songket Palembang.

Baju pengantin perempuan:

– Penutup kepala disebut Bulang, berwarna keemasan dengan beberapa tingkat. Di masa lalu, tingkatan bulang ini menandakan jumlah atau jenis hewan yang disembelih saat upacara adat. Ada tiga tingkatan bulang, tapi sekarang yang dipakai bulang tingkat tiga semua karena udah jarang upacara adat. Bulang yang asli terbuat dari emas asli, tapi bulang yang aku pakai siy cukup sepuhan emas aje..

– Penutup daerah dada adalah kalung warna hitam dengan ornamen keemasan plus 2 lembar selendang dari kaing songket.

– Gelang polos di lengan atas warna keemasan

– Ikat pinggang warna keemasan dengan selipan 2 pisau kecil juga (ga mau kalah sama yang laki-laki) 😉

– Baju yang dipakai harusnya baju kurung tapi aku pakai kebaya modern kali ini. Kain yang dipakai juga songket palembang pasangan sesamping abang.

Semua baju, songket, dan asesoris sewa dari Nauli dekorasi (kecuali untuk kebayanya ya…). Untuk baju abang, kita ga minta jait perdana karena udah ada warna marun yang pas banget sama dengan warna kain brukat aku.

Advertisements

Cerita Siraman part deux

November 23, 2009 § Leave a comment

Ternyata eh ternyata Papa masih kuat lho gendong gw! saat diminta untuk gendong oleh MC, papa dengan santai gendong dan jalan beberapa langkah (mungkin kalo ga disuruh berhenti oleh MC, bakal terus digendong si gw, hehehe..)

Kehebohan pecah setelah acara siraman, yaitu saat saweran. Sebetulnya saweran ini harusnya satu prosesi dengan tumplak punjen yang harusnya lagi setelah akad nikah. Well, like I’ve said before, ini adat Jawa koboi. hehehe… Disingkat ga ada tumplak punjen, adanya saweran aja untuk menghibur tamu dan sebagai rasa syukur kedua orang tua gw udah beres mantu.

Begitu gw naik ke kamar untuk ganti baju dan rias, mama dan papa lanjut dengan acara Dodol Dawet. Dari cerita sodara-sodara gw, ini juga HEBOH berat. Ibu-ibu berebut beli dawet pake kreweng yang sudah dibagi sebelumnya. Dawet jualan mama ternyata laris manis, sampe si calon mantenpun ga kebagian.

Lucunya sewaktu gw selesai dirias dan sanggul, begitu turun ternyata tamu-tamu udah pada pulang. Tinggal beberapa keluarga dekat yang masih ngobrol dan makan siang. Padahal masih ada acara Dulangan Pungkasan, tapi MC lupa untuk announce, jadilah tamu-tamu pada pulang. Yang ada gw udah cantik tapi ga bisa ngeceng deh, hohoho.. 😉 Dulangan Pungkasan ini bermakna bahwa orang tua sudah ikhlas melepas anaknya untuk berumah tangga secara mandiri dengan pilihannya.

Kebaya pink yang gw pake ini dadakan baru dipilih malam sebelumnya karena kebaya yang rencananya untuk siraman jahitannya gagal (kurang enak jatoh di badannya). Untung ada kebaya pink yang belum pernah dipake ini, jadi slamet deh.. Btw, kebaya pink ini juga jahit di Tante Titiek.

visit Indonesia year (wanna-be) models

September 9, 2009 § 13 Comments

This photo shoot is for suits and kebaya time. Unlike the previous pre-wed photo session, this time we gave some more thoughts and effort to our outfit. And this time we really felt like photo models since I had my hair and make-up done, had to change outfits after a couple of shots, and actually had a stylist who told us how to pose properly.

Was a whole new experience for us, thus we kept on laughing the whole time. Since we’re so kaku and inexperienced, Mas Anwar our photographer had to remind us ALL THE TIME to:

Senyum..!

Senyumnya keliatan gigi ya..”

Senyumnya yang ikhlas.. seikhlas-ikhlasnya..

Ohohoho…it sure wasn’t easy and I guess the photos kind of show it. 😉

preweds

Well..however we finally made it through, and results are in our hands now! Three big size (30×45) photos which will be framed and few more in the CD.

Since we had our photo taken at Fish Photo studio, I got a free chance to have a make-up test done by mba Sofia herself. Luvvv my make-up but I’d agree with a WK girl who told me that Sofia’s make-up is more of a photo make-up.

Anyway, still love it and we’re satisfied with the pics (even though with the ulos and kebaya, we do look like visit Indonesia models wanna-be, LOL).

the thing with fitting

September 3, 2009 § 6 Comments

Let’s see, siapa aja yang perlu fitting..

1. Tentunya groom-to-be: checked! Beskap pengantin marun punya Nauli udah PAS di badan abang. Ga perlu dibongkar, ga perlu jait perdana, hemat tentunya.. 😉

2. Papa dan Ayah: checked! Beskap marun (satu nada lebih gelap dari pengantin) untuk dua bapak udah tersedia di Nauli. Tapi apa mau dikata, kedua bapak-bos ternyata berukuran badan sama padahal beskapnya Nauli satu ukuran L dan satunya ukuran XL. Apa harus jahit beskap sendiri? Hmm..siapa juga yang mau pake lagi.

Solusinya: pak Asdi mau jahitin satu beskap berukuran XL. Horeee..free of charge. Hehehe, salah satu keuntungan ambil vendor dengan marga sama, ya ga bang? 😉

3. Kakak laki-laki kita berdua (5 orang aja): not done. Tapi agak tenang karena dari 5, hanya 2 yang perlu fitting (yang lainnya punya beskap sendiri, hebat kan?). Mudah-mudahan siy ga susah ya untuk cari beskap yang muat buat 2 kakak kita gw yang mayan super size ini, hehe..

4. Among tamu pria (10 orang): not done. Kayaknya ini langsung pas hari H aja. To do: minta ukuran baju mereka dulu pastinya.

5. Penerima tamu (6 orang): not done. Naah ini dia yang bingung kapan waktunya. Ambil resiko aja lah kira-kira muat, LOL.

.

Eh kok banyak yang not done ya?

Oke..oke.. abis lebaran aja yaa (dasar pemalas!), susyeh bow ngumpulin orang-orangnya (alasaaan..alasan..alasan).

trip to the market

August 22, 2009 § 2 Comments

Orang lain siy ke mall yang ber-AC tapi kita hari pertama puasa malah keliling-keliling pasar for the sake of our wedding.

Dua pasar tepatnya, satu di Timur yang kedua di Selatan.

Kurang jauh dan kurang panas apa coba?

1st stop: Pasar Sunan Giri

Ke QZM ambil kebaya siraman yang dipermak. Minggu lalu udah jadi kebayanya, tapi waktu fitting, alamaakk…. Itu sih bukan kebaya, tapi baju muslim! Setelah fitting kedua tadi, lumayanlah udah pas badan.

PICT4757 edit

Abis itu melipir dulu ke toko yang jual pita dan pernak-pernik.

Rencana awal beli pita warna-warni untuk bungkus souvenir siraman-pengajian. Ujung-ujungnya tambah beli bunga-bunga kecil buat bikin bando ponakan-ponakan.

Kata abang “Say,kamu udah cocok jadi ibu-ibu” karena gw sering beli-beli barang yang di luar rencana awal, hehe..

2nd stop: Pasar Mayestik

Pulang-pulang nenteng 2 tas plastik besar isinya 6 lusin tas kertas motif batik buat bungkus souvenir siraman.

Penuh, panas, tenggorokan mulai kering tapi bangga. Berhemat 26ribu dari hasil sabar dan nawar (bole dong bangga, kita ga jago dalam hal haggling harga soalnya). 😉

hasil berburu dan menawar di mayestik

hasil berburu dan menawar di mayestik

Final stop: Rumah Kuningan

buka bersama keluarga Abang dalam rangka ultah ayah.

Seru karena banyak anak kecil

Rame dengerin celoteh ponakan-ponakan

Dan pacarku yang xboxnya lagi rusak tampak khusyu’ maenin DS dan PSP anak-anak itu

"gantian dong om mainnya..."

"gantian dong om mainnya..."

to all : Met Puasa

Mohon Maaf Lahir dan Batin... 🙂

Nyobain jait di QZM

July 5, 2009 § 6 Comments

Dengan banyaknya review jahit kebaya di QZM pasar Sunan Giri, daku pun tergoda untuk nyoba. Selain review2 dari internet, pak Asdi juga pernah kasih saran untuk jait kebaya di pasar Sunan Giri (though he didn’t mention which tailor). Anyways, karena ada banyak bahan brukat nganggur (hasil latah beli pas cari seragam keluarga) maka dicoba lah QZM ini.

Awalnya bingung dimana letak pasar Sunan Giri tapi thanks to the Web 2.0, gampang cari informasi letak dan cara kesana. Yang gw jadiin patokan adalah halte busway Sunan Giri! Pokoknya kalo udah sampe halte itu, berarti udah deket (padahal ga ada bayangan sama sekali daerah sana kaya’ apa). Untungnya abangku yang hobi nyetir ini juga hafal jalan. Jadi ga pake deh kesasar jauh-jauh (cuman kelewatan belok kanan dikiiit). Jadi, dari halte busway Sunan Giri (dari arah Pemuda), langsung belok kanan di perempatannya, trus nyampe dan ga pake jauh.

Nemu QZM juga gampang bangets karena Alhamdulillah dapet parkir persis di sebelah los QZM-nya (hihihi syenangnya diriku). Lagi ga terlalu rame pas aku nyampe, ada beberapa orang yang ambil jahitan dan 2 orang yang lagi masukin jahitan. Tapiiii ya bok gw tetep aja harus nunggu sejam sebelum dilayanin! Haiyahahaha… untungnya mood lagi bagus dan ga buru-buru, jadi santai-santai sambil liat-liat kumpulan folder model kebaya yang ada.

Pas giliran gw siy ga lama karena cuma jait 1 kebaya dan udah kebayang pengen model kaya’ gimana. Oiya, brukat yang gw jait mungkiiiin bakal untuk siraman. Lho kok jadi ada siraman? Heee emang ga sesuai rencana awal, tapi ini masih tentatif. Gw siy nyiapin aja kebayanya, kan ga rugi juga toh.. 😉 Setelah digambarin model sama mas Herman (kalo ga salah itu namanya ya, lupaa..), diukur, dikasi tau kalo jadinya masih 1,5 bulan lagi, truzz giliran bayar deh.. eng ing eng…total damage was:

Kebaya (furing tempel): IDR 150K

Bordir: IDR 160 K

Payet pinggir (leher dan tangan): IDR 150K

Tambahan info, kalo jait bustier 130K, bawahan 85K.

Hoalah..ternyata mirip-mirip harganya sama tempat biasa aku jait. Bedanya, kalo disini bisa minta model kombinasi yang lucu-lucu dan payetnya bisa sesuai request (mulai dari 50.000 sampai tak terhingga). Ga sabar niy penasaran hasil jahitan QZM, dudududu…

Kok malas ya ngurusin printilan pernikahan?

June 2, 2009 § 7 Comments

Huhuhuhu.. kasian banget blog ini ditinggalin ga pernah di update lagi. Maklum calon pengantennya lagi masuk ke tahap bosen-dan-males ngurusin kawinan. Kebayang ga sih udah ngurusin kawinan ini dari November tahun lalu, trus mulai negbut setelah lamaran di bulan Januari. Sampai deh sekarang 5 months to go, aku dan abang berdua terserang wabah M-A-L-E-Sssshhhhh….. Hehehee, bukannya kita engga mau nikah, it’s just that we’re bored.. Kok lama banget ya blom November juga. Haiyahhh.. 😉

Yasud, quick recap aja deh atas perkembangan persiapan semuanya. Hmmm..mulai dari mana ya?

1. Kebaya akad aku dan beskap akad abang udah jadi. Ada sedikit ketidakpuasan dalam hal ini, tapi yasudahlah kita berdua juga males ngurusinnya. Alhamdulillah punya baju untuk akad, hehe..

2. Suvenir udah hampir jadi semua, setengahnya udah dikirim ke rumah Abang. Sekarang lagi sibuk masuk-masukin Thank You card ke dalam suvenir.

3. Suvenir pengajian untuk tamu udah lengkap. Tinggal beli suvenir untuk ibu-ibu yang mau ngajinya dan beli kotak untuk bungkus suvenirnya

4. Ada perubahan konsep dan fotografer pre-wed. Nah yang ini baru aja selesai dikonsep hari Sabtu kemarin. Insya Allah kalo engga ada perubahan rencana, foto prewed kami kira-kira 1 bulan lagi dan outdoor!! Cihuyy…

5. Undangan yang dibenerin masih blom ada kabar berita. Blom hubungin mba Ana lagi, ntar aja minggu depan.

6. dan..eyke masih blom punya wedding singer (karena faktor malas inilah kita berdua blom cari-cari lagi). Ada yang bisa kasih rekomendasi untuk wedding singer yang perform bagus tapi engga maharani? Makasih yaaa….

7. Oiya tambahan lagi, blom punya make up artist untuk akad. Rencana pake Novi Arimuko untuk 2 hari sepertinya dibatalkan. Yang pasti bu Novi untuk resepsi, nah untuk akad kandidat kuatnya adalah Sofia. Tapiii gara-gara liat blognya Ira, daku jadi tertarik sama V3 makeup niy. Huks.. gimana dongs?

Truzzz apa lagi ya yang harus diurus?

Hoah..!! harus mulai semangat lagi niy… 🙂

Where Am I?

You are currently browsing the Kebaya category at Our Life Journey Together.