At-Tin dan Birawa reviews

December 20, 2009 § 2 Comments

Got bored and carried away with other stuff, we’ve been neglecting this blog for a while. So…here we go again, more reviews (as promised). 🙂

Review sedikit tentang vendor gedung (akad & resepsi):

Akad: Masjid At-Tin, TMII

Not much that I can say karena kita cuma beberapa jam di sini untuk akad. Sejak awal pelayanan dari pengurus mesjid selalu baik dan sangat helpfull. Ada 2 paket yang ditawarkan untuk akad nikah, yaitu paket biasa dan paket VIP. Bedanya ada di jenis karpet, meja, dan dekor. Gw Kita ambil paket biasa saja karena secara keseluruhan udah bagus. Paling penting buat kita siy: Semua urusan surat-surat dan KUA udah diurus pihak mesjid, jadi ga perlu repot-repot. Bahkan mereka juga menawarkan jasa MC, Qari, dan lain-lain, tentunya semua dengan fee masing-masing.

Secara keseluruhan udah oke, tapi sedikit masukan niy.. Untuk ruang rias, sebaiknya dinyalain dulu AC sebelum capeng datang. Dari pengalaman kita kemaren, jadinya harus berpanas-panas ria dulu pas lagi berdendong.

Resepsi: BidakaraBirawa Assembly Hall

Pelayanan marketing bidakara juga bagus, tapi yaa seperti yang dibilang banyak orang, di sini apa-apa kena charge. Nothing is FREE! Dari mulai charge vendor, sewa panggung musik, charge alat musik, deposito listrik, dan masih banyak lainnya. Tapi emang di gedung lain juga ada charge, bedanya gedung lain langsung memasukkan biaya tersebut ke harga sewa gedung. Di awal-awal, pihak marketing Bidakara pasti akan menawarkan untuk pakai catering hotel dan beri kesan kalo ga bisa katering luar. Pinter-pinternya kita aja untuk minta daftar rekanan catering mereka kalo emang ga mau pake catering hotel.

Rekanan vendor bidakara cukup banyak, jadi jangan khawatir untuk kekurangan pilihan. Kalo vendor yang kita mau ga ada di daftar, don’t give up. Selalu ada jalan lain ke Roma bukan? 😉

Pihak Bidakara juga udah profesional untuk urusan wedding, jadi ga khawatir untuk urusan parkir, keamanan, dll. Gedung dan ruang riasnya juga bagus dan masih terawat. Yang jadi masalah sedikit adalah kebersihan toilet dan ketersediaan air di toilet. Toiletnya kotor dan susah air kalo udah di atas jam 8 malam (ini kata sodara dan tamu-tamu lho ya..). Testimonial Komplain lain yang paling sering kita terima adalah masalah AC! Temen-temen pada bilang kalo kurang dingin ruangannya (padahal tamu kita ga semuanya dateng lho..). Sepertinya ada masalah cukup serius dengan AC bidakara niy (hopefully it’s resolved now).

Salah satu nilai plus Birawa adalah mereka hanya terima 1 event per hari. Hal ini dikarenakan luasnya ruangan, jadi proses dekor cukup makan waktu yang lama. Nah..denger-denger niy mulai tahun depan, mereka terima 2 event per hari. Weits, ga kebayang deh gw kaya’ gimana ribetnya dekor kalo sampe dua wedding gitu.

By the way, we’re not going to give any score cuz overall we think ALL vendors did an amazing job for our wedding (our biggest THANK YOUs for them all).


The Reception story

November 25, 2009 § 10 Comments

Hari & Tanggal: Sabtu, 7 November 2009

Venue: Birawa Assembly Hall, Bidakara

We went straight to BumiKarsa Hotel after akad nikah and spent the night there. Therefore we had a lot of time on Saturday morning to oversaw the decoration progress of Birawa . No, we’re not some control freak, we just thought it would be more practical to stay at the hotel (dapet complimentary dari catering juga ;)).

So anyway the story goes, we requested for some minor changes to the decoration team in the morning. Somehow there was a little misunderstanding about the standing flowers position. It was nothing major, just small changes to the layout. Overall we were satisfied with the whole settings, layout, props, and flowers. It was just like what we wanted.


Sekitar jam 2 siang, saya udah mulai di make up sama mba Novi. This time I wasn’t late (iyalah wong tinggal turun dari kamar hotel ke ruang rias aja). Tim mba Novi juga sangat ontime, pas saya masuk ruang rias mereka udah ada dan siap. The whole make up process took about 3 hours! There was a minor incident where my contacts ripped so I had to take it off and change. Luckily spare contacts were in hand. Review MUA juga nanti ya…

Trus jam 5 sore sesi foto keluarga dimulai. Dari mulai foto studio sampe foto di pelaminan dengan keluarga. Foto dengan keluarga diatur supaya di awal agar tidak mengganggu jalan acara nanti. Karena undangannya banyak banget, kita ga mau antrian kehambat karena keluarga mau foto. Jadi semua keluarga (inti dan besar) foto di awal. Tapiii jadinya ada beberapa saudara yang ga ikut foto karena belum datang dari sore (maaphkeun….).

Jam 7 tepat kirab pengantin udah masuk ke ruang resepsi. Memang tamu belum terlalu banyak, tapi kalo disesuain dengan jumlah tamu trus baru masuk, bisa-bisa antrian salaman panjang banget. Nah pas kirab ini gw udah mulai keleyengan. Kepala mulai cenut-cenut sampe agak susah buat jalan. Harus pegangan kuat ke abang supaya ga jatoh, hehe… Pusingnya gara-gara bulang yang diiket kuat dan juga ada tusukan jagar-jagar bulang yang sempet kesenggol-senggol waktu sesi foto. Langsung minta panadol ke WO, dan mereka sigap bawain panadol plus makanan. Alhamdulillah setelah itu mendingan pusingnya..


Saat kirab pengantin masuk ke ruang resepsi, kita maunya ponakan-ponakan jalan di depan pengantin. Jadi keliatan lucu deh ada anak-anak kecil jalan pelan-pelan. Hebatnya mereka ini yang biasanya nakal dan gabisa diem, ternyata bisa juga jalan pelan ikutin alunan musik gondang.

Sekitar jam 7.15 setelah kata sambutan dan doa, tamu mulai salaman. Salaman awal ini diiringi dengan shalawatan ibu-ibu Khairunnisa selama sekitar setengah jam (request from my mom, FYI). Setelah itu baru mulai musik jazz dari entertainment expert. To tell you the truth, we have no idea whether Adit sang the songs from our song list or not. There wasn’t any chance to listen; we were busy smiling, saying thank yous, and keeping our head from hurting. Ternyata ga cuma gw yang ngerasa sakit pake bulang, fakar juga ngaku kalo ampu yang dipake agak sakit.


Anyway, overall we enjoy our wedding party and we are so glad and happy to see our family and friends there. Some fellow bloggers also came! I recognize Irax cause we’ve met before and there was also Fanny whom I didn’t realize until she stepped down the stage. Thank you girls for coming.. 🙂 Lot’s of our friends came, even some of them came all the way from Duri just to attend (Makasih banget ya guys..).


Friends were asking if I would be throwing a bouquet (they were anticipating for it), and No there wasn’t any bouquet to throw or such. Wanna know why? Just look at my our head dress!

Kalo pake acara lempar-lempar bunga segala bisa nyangkut kali, hehehehe…  Ga pake acara lempar bunga aja, bulang gw udah berapa kali nyangkut, entah ke tamu atau ke ampunya abang, hohoho… Ohiya, just a little advice, kalo ke kawinan yang mempelainya pake sunting, bulang, atau apapun di kepala yang tampak berat , please..oh dear God please…don’t try to give her cipika-cipiki. Bukannya ga menghormati yaa, tapi sakiit bow kalo head dress sampe nyangkut (yang kemungkinan besar pasti ketarik ya setelah cipika-cipiki).

Afterwards, we didn’t have time and energy to mingle with the guests. Even though after we stepped down the stage, lot’s of our friends were still around. Fakar had the chance to mingle, but I was too busy trying to take off the bulang which was killing my head. Selain si bolang bocah petualang yang bikin sakit kepala, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Friends told me they had a great time, enjoyed the food and the whole ambience. They especially liked DTC’s coffee corner (hehe..I knew it would be a differentiation). My parents got a lot of compliments regarding the F&B, people said food tastes great and there were more than enough.

Banyak terima kasih ke semua pihak yang udah ngebantu jalan dan lancarnya pernikahan kami. Semua vendor, saudara, WO, buku tamu girls, among tamu, dan semua pihak yang ga bisa kami sebut satu per satu. Thank you.. Danke schön!.. Merci beaucoup.. Matur nuwun…

As for both of us, we are truly GLAD and RELIEVED those months of preparations leads to an eternity of TOGETHERNESS.

So, there it is…

OUR JOURNEY has just started babe!

😉

Good luck to you all brides and grooms-to-be on your wedding preparations!

Enjoy every moment, cherish every second, don’t fret the small stuff, after all in the end of the day you’re not gonna care about all those details, all you care about is that you’re lucky enough to be married to the person you love. 🙂

Have FUN, we certainly did…

our akad nikah

November 24, 2009 § 10 Comments

Hari & Tanggal: Jum’at, 6 November 2009

Venue: Masjid At-Tin, Jakarta Timur

Akad nikah dimulai jam 8 pagi. Why so early? karena ini hari Jum’at dan mesjidnya mau dipakai untuk Jum’atan jadi harus udah beres akadnya jam 10. Jadilah semua persiapan harus dari pagi-pagi buta.

Jum’at jam 3.30 am, rumah gw udah mulai rame. Semua sibuk siap-siap berangkat, bawa baju-baju dan segala peralatan lain karena kita mau dandan di mesjid At-Tin. Rencana awal berangkat sebelum subuh (jam 4 teng!), tapi manusia bisa berencana dan cuma Tuhan yang menentukan. Gara-gara miskom dan ribet bangunin para bayi di pagi buta, jadilah keluarga besar gw mengira kalo rencana berangkat jam 5.

Parahnya lagi jam 4.30, udah ditelvon mba Sofia, beliau dan tim udah sampe mesjid At-Tin. Deng…!!! Panik beribu panik, merasa ga enak sama mba Sofia yang udah on time, malahan pengantinnya yang nelat (maaf ya mba Sofia…). Langsung minta papa ngebut ke  At-Tin. Untungnya ada tol JOR, jadi Bintaro ke Taman Mini cukup 25 menit sajah. Fiuhh…

Sampai di At-Tin langsung cari Mba Sofia dan cari satpam untuk minta dibukain ruang rias. Begitu masuk ruang rias, beuh…PANASnya! Minta AC dinyalain juga percuma karena petugasnya belum dateng. Selain itu, kita cuma dikasi satu ruang rias yang kecil mungil, walhasil semua tumplek jadi satu kaya’ sarden kepanasan. Sekitar 40 menit kemudian baru deh AC mulai dingin, jadi ga khawatir make up meleleh.

Sekitar jam stengah 7 ada sms dari Fakar, keluarganya udah mau jalan ke At-Tin. Haiyah..tambah panik dong, wong riasan gw aja blom ada stengah jalan. Lucky for me, mba Sofia and her team were really nice. They assured me us that there’s enough time to get the bride, bride’s mother and sisters ready in time. Review tentang Sofia MUA coming up.. ga seru kalo disatuin. 😉

Jam stengah 8, semua keluarga udah siap dan langsung ke dalam mesjid. Tinggal gw sendirian yang masih dirias dan ditemenin salah seorang tante. Satu jam kemudian baru beres riasan dan langsung naik ke ruang tunggu (gw ga keluar sebelum ijab kabul). Selama di ruang tunggu, ada speaker yang tersambung dengan mic di luar sehingga gw bisa denger nasehat pernikahan dan juga ijab kabulnya.

Ga berapa lama di ruang tunggu, langsung ijab kabul ternyata.

"saya terima nikah dan kawinnya Eleanora....."

Alhamdulillah ijab kabul lancar dan ga diulang. Suara fakar kedengeran tegas tapi ga buru-buru (proud of you hon..wish I could’ve seen your expression. ;)). Dari malam sebelumnya abang udah print contekan dan latian katanya.

Begitu selesai doa setelah ijab kabul, gw langsung berdiri siap-siap mau keluar tapi dicegat teh Dea dari tim WO. Mereka heran gw mau kemana. Usut punya usut, ternyata T’Dea ga denger ijabnya, hehehe..hampir aja pengantinnya telat keluar.

Setelah duduk sebelah abang, ya standar lah ya.. Tanda tangan dokumen-dokumen dan dikasi buku nikah. Begitu dikasi buku nikah, pak penghulu inisiatif minta abang untuk baca sighat taklik. Tapi by my request, pembacaan sighat taklik ga perlu dilakukan. Dan begitulah lanjut lagi acara dengan foto-foto wajib kawinan bak artis.

Yang disambung dengan penyerahan Catur Weda dari papa untuk fakar trus lanjut ke acara sungkem ke kedua orang tua. Lalu lanjuuut lagi dengan foto-foto dong.. 😉


It was a BIG mistake…

October 31, 2009 § 15 Comments

….. attending a friend’s wedding at our wedding venue a week before D-Day. I got butterflies in my stomach as we stood in the queue, just thinking that we’ll be the ones up on that stage exactly a week away.

Selain itu, tanpa sadar kita berdua jadi merhatiin venue, dekorasi, dan catering. Kita sampe merhatiin nyatet apa aja yang perlu dipastiin ke vendor, request-request tertentu yang harus dipesen, dan juga hal-hal teknis yang tampak perlu diwanti-wanti ke WO. Halah…! malah jadi dagdigdug duer!! Jadi khawatir ga menentu, padahal sebelumnya we I was fine. Fakar ahirnya bilang “Kita ga usah lama-lama ya disininya.. Nanti kamu tambah khawatir yang..”

I know it was SILLY of me to worry such things. 😉 Cause no matter how long and hard the preparation, there’s no such thing as a purrfect event. Though somehow I still can’t help worrying and we are trying to mitigate any foresable risks (caelah..), it’s normal right? *nyengir jelek kliatan gigi*

anyway, one thing we noted to be TOP priority was: Air Conditioner

It was pretty hot and humid (some people were actually using fans) inside Birawa Hall, which was weird because we never heard or experienced this kind of situation before at Birawa. Hmm..was the aircon broken? or was it something else? Harus tanya Mba Indri niy…

For our fellow blogger: Fanny 🙂

We would like to say..

Happy Wedding & Happy Birthday dear!

Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.. Sorry we couldn’t make it to your wedding.

so little time, so much to do

September 23, 2009 § 9 Comments

Time’s ticking fastly, with the wedding ticker showing that we’ve got 1,5 months to go. On the other hand, I can make a list up to 20 things that needs to be taken care of. With time not on our side, ain’t that just grand? 😦

Here’s our late September-October to do list

1. Finalize menu with DTC

Ini dia yang ga beres-beres. Udah ada draft kasar menu yang kita mau, tapi setelah beberapa kali test food dan rombak sana-sini karena ga mau makanan kurang (atau terlalu berlebih), jadilah berubah terus. Blom lagi perbedaan selera antar generasi, such as: I want the ‘coffee corner’ while my mom thought it wasn’t necessary. Still needs a little touch that menu of ours.

2. Book another night for our stay at Bumi Karsa (with DTC’s rate hopefully)

Salah satu bonus dari catering (hasil nego-nego dan senggol sana-sini) adalah satu kamar untuk tgl 7 november. But…to avoid the question from our parents on “Abis akad nikah mau pulang kemana?” and we thought it woud be fair to both parents, we decide to stay at the hotel after  akad. So..2 malem di hotel!

3. Make-up test at Novi Arimuko

Hmm…still haven’t found any occasion for me to wear the test result. Tau aja kan make up wedding pasti heboh, rasanya sayang kalo cuma tes make up trus dihapus. Tapiii bingung juga mau kemana kaya’ lenong begitu.

4. Fitting baju penerima tamu

Yes mayang, I’ll take the dress to campus and you can show it off if you want to ;). Dikasih pinjem baju penerima tamu sama pak Asdi. Rencananya hari senin depan langsung sampering para tersangka calon penerima tamu buat fitting.

5. Pre wedding pictures are framed and ready to be displayed

Ngikutin jejak another bride-to-be, kita mau hunting frame di Mampang. My future mom-in-law wants to tag along, since she’s good at haggling price and she knows the vendors there (hohoho…). Oiya! selain frame, masih butuh stand-nya frame itu lho yg-kayu-tiga-kaki dan gw ga tau namanya apa.

Pihak dekor ga punya trus coba-coba ngerayu photomotion, mereka juga belum tentu bisa sediain 6 biji (cuma punya 10 dan mau dipake 5 untuk wedding lain di tanggal yg sama). Rencananya mau cari tempat yg nyewain stand begini, ada yg tau ga dimana? need some help here please…

6. Finish all KUA-related stuff

What ever they are, have to coordinate with the At-Tin people. Not much I guess, just the suscatin form and maybe a little bits of this and that.

7. Finalize guest list

Mine in this case b’cuz fakar already finished, finalized, and printed his. Terakhir sebelum lebaran, katanya siy udah mulai nempelin ke undangan. Oh nooo…me and my parents are sooo behind in this one. Ngebut niy ngejar 1 bulan lagi!

8. Finalize some stuff with Bidakara

Harus konfirmasi lagi tentang biaya, charge tambahan, dan juga ruangan mana aja yg bisa dipake. Hmm..mau minta bantuan WO aja kaya’nya untuk hal yang satu ini. Apa gunanya ada WO ya ngga? which reminds me…

9. Meeting with WO

Konfirmasi ulang tentang rincian kerja dan juga penawaran yang belom juga dikirim sampe detik ini..

10. Hias seserahan

Yups, this whole seserahan deal is finally closed! Closed the deal with a pair of nude pumps from Guess. I’ve been eyeing them for sometime and couldn’t find a perfect reason to get them. Harusnya beli sepatu tipe open-toe untuk dimatchingin sama kebaya, tapiii karena udah mefet waktunya dan si anggi ga juga jatuh cinta sama sepatu lain.

something like this but the colorings a bit different

something like this but the coloring's a bit different

Yasudlah, a pair of Guess Drfiter was purchased and brought home as a closure for the whole seserahan hunt. Minggu depan mau harus ke Attila untuk mulai hias seserahan.

11. Jahit baju kakak, abang, ponakan

Once more my side of the family is lagging on the wedding preparation. While Fakar’s sisters, brothers, nieces, and nephews already have their akad & reception clothes made at their tailor, mine is yet to be done. Procrasination is our middle name.. 😉

Daaan, masih ada beberapa printilan lain yang ga penting untuk disebutin disini.

Hoof… here we go! Mulai masuk gigi 4!

9 months to go and our preparations are…

February 6, 2009 § 4 Comments

Ada yang bilang kalo 9 bulan masih lama, tapi ada juga yang bilang sembilan bulan cuma sebentar dan ga akan terasa.  Untuk saya siy, 9 bulan rasanya masih lamaaa bangets. Masih banyak yang harus dilewatin dan diurus sebelum resmi jadi istrinya abang (hehehe.. it still sounds unbelievable to me thinking of being his wife). Kalo bumil, udah lahir niy bayinya 9 bulan lagi…

Neyways, saya dan abang sebenernya udah mulai persiapan dan hunting vendor dari akhir tahun kemarin. Jadi Alhamdulillah udah banyak vendor yang kami pilih sejauh ini. Beberapa udah di-DP dan beberapa masih nunggu penawaran harga dan lain lain. Tapi namanya juga orang mau nikah, pasti banyak cobaan dari sana-sini, terutama dari pihak keluarga.

Adaaa aja yang komen tentang vendor terpilih. Kadang juga mereka memberi rekomendasi tentang vendor lain dan berharap ganti vendor aja, karena inilah..itulah..yadayadayadayada… Saya tau maksud mereka baik, berusaha bantu dan memberi masukan, tapi kadang saya merasa tertekan dengan semua niat baik mereka. Yahh saya berusaha tersenyum dan menerima semua masukan tadi, walopun sebenernya udah ada pilihan vendor sendiri.

Yang penting Insya Allah tepat 9 bulan dari sekarang kami sudah menjadi suami-istri (hihihihi…masih suka ga percaya). Sejauh ini review progress persiapan pernikahan (akad + resepsi) adalah:

Venue akad: Mesjid Agung At-Tin (udah DP)

Venue resepsi: Birawa, Bidakara (udah DP)

Dekorasi: Nauli dekor (belom DP tapi udah terima penawaran)

Make-up artist: Novi Arimuko (udah DP)

Prewed, Foto, Video: Photomotion (udah DP)

Undangan: Kartu Pesona, Ps.Tebet (udah DP & naik cetak)

Suvenir: udah mulai dibikin tapi g’tau vendornya, camer yang urus (makasiy mama nasution)

Entertainment: Tata & her friends -> ini temennya abang jadi ga pake DP

Wedding Organizer: Dyanita (hmm..ini perlu DP engga ya?)

Seragam keluarga dan sahabat: Pronto & DeModa

Nah..yang belom pasti adalah cateringnya. Justru yang paling penting dalam acara pernikahan malah blom ada. Alasannya adalah aku ga berani ambil keputusan sendiri menyangkut catering karena yang satu ini emang lahannya mamaku. Maksudnya aku menyerahkan total keputusan mau pakai catering apa dengan menu apa di tangan mama. Jadi masih nunggu mama ada waktu kosong niy untuk mulai netapin catering apa yang dipakai. Satu lagi yang belum pasti adalah tempat jahit kebaya akad dan resepsi aku dan teluk belanga abang untuk akad. Any recommendations?

Pencarian vendor….

January 7, 2009 § 2 Comments

Ini vendor pertama yang kami cari, booking, dan DP (sebelum lamaran FYI!). Prioritas utama untuk pernikahan di Jakarta adalah gedung! Kalau mau dapat gedung idaman sesuai tanggal yang kita mau, saran saya harus booking jauh-jauh hari (dari setahun sebelum justru lebih bagus).

Dari dulu saya sudah jatuh hati dengan ruang resepsi Birawa, poko’nya udah sreg banget. Eh ternyata kami berdua sama, abang juga sudah sreg dengan Birawa. Selain karena gedung yang bagus, lokasi strategis, parkir mudah dan tamu tidak perlu hujan-hujanan, plus hanya 5 menit dari rumah abang! Klop sudah! Ini pilihan pertama kami untuk venue resepsi, dan karena ga punya pilihan kedua maupun ketiga, kami buru-buru cari info dan booking untuk tanggal pilihan. Lucu juga pemilihan tanggal ini, karena belum ada pembicaraan antar dua keluarga tapi kami berdua udah pilih tanggal dan booking. Alhamdulillah ternyata kedua belah pihak keluarga setuju dengan pilihan kami. Ada gunanya juga nekad (asal ga menimbulkan konflik dengan keluarga tentunya..).

Sejauh ini pelayanan pihak Bidakara cukup memuaskan. Pihak marketing memberi informasi yang lengkap dan tidak menutup-nutupi. Emang bener kalo banyak yang bilang di Bidakara banyak kena charge ini-itu, tapi semua udah diperjelas di awal jadi ga bingung. Anyway, saran gw siy lebih baik jangan ambil paket makanan dari hotel. Ambil aja makanan dari catering rekanan hotel, ada kok daftarnya dan rekanan mereka banyak n punya nama. Walopun kena charge yg lumayan, tapi kalo diitung-itung jatuhnya lebih murah dibanding pake catering hotel, selain itu kita lebih flexible untuk pilih menu. Trus untuk dekor dan foto, diharuskan dari rekanan Bidakara. Not to worry again, karena pilihan rekanannya banyak dan oke-oke semua.

Menurut aku, justru adanya aturan wajib rekanan ini, lumayan membantu kita lho.. Karena ga perlu bingung-bingung cari info dari sekian banyak vendor dekor & foto yang ada di Jakarta. Tinggal pilih aja dari daftar vendor rekanan, cari yang sesuai budget dan bisa penuhin keinginan kita. Simpel dan ga ribet. 🙂

Komplek BIDAKARA

Jl. Jend Gatot Subroto Kav 71-73,
Pancoran, Jakarta Selatan
021-8379.3555 ext 1809
http://www.bidakara.co.id/
http://www.bumikarsa.com/
banquet@bidakara.co.id

picture taken from http://www.bidakara.co.id/

Where Am I?

You are currently browsing the Gedung category at Our Life Journey Together.