Antara The Box, Attila, atau..cikini?

March 7, 2009 § 6 Comments

Dengan hampir beresnya semua urusan vendor-vendor besar seperti gedung, catering, dekorasi, dan perias, maka mulai niy aku ngurusin perintilan-perintilannya seperti seserahan. Mungkin ada yang berpendapat kalo masih terlalu cepet untuk ngurus begini, tapi aku ga bisa aja diem dan tenang. Seperti kata salah satu sahabatku “dasar perfeksionis!”, hehehe… Boleh dong ya jadi perfeksionis apalagi menyangkut suatu once in a lifetime event ini. 🙂

Awalnya pengen nyari kotak seserahan di Mayestik atau Cikini yang biasa aja. Truss pikir-pikir lagi, kok kaya’nya bagus juga ya kalo seserahannya dihias dan dibentuk yang lucu-lucu. Apalagi waktu lihat seserahan temen yang dihias jadi lebih cantik. Dari beberapa kandidat vendor, aku pilih untuk survey ke dua tempat yaitu The Box dan Attila. Alasannya adalah karena lokasinya dekat rumah, selain itu untuk ketiga vendor lainnya (House of Seserahan, Istje, dan NDL creation) aku sudah tahu perkiraan harga dari pameran dan hasil browsing di dunia maya (caelah istilahnya..).

Pertama kali survey ke The Box karena lokasi showroomnya aku sudah tahu (dulu showroom Attila di sini). Kesan pertama waktu masuk, wah banyak pilihan kotak dari mulai bahan karton, kayu, tempat perhiasan, bentuk sangkar, dan bahkan ada undangan segala. Setelah tanya-tanya, aku cukup terkaget-kaget dengan price list harga yang dikasih. Untuk box hantaran dari karton dengan tutup mika, range harga adalah 130K – 190K. Sedangkan box hantaran dari kayu, range harganya 150K – 210K. Memang kreasinya bagus (pasti lah ya dengan harga segitu) tapi rasanya sayang harus bayar ratusan ribu untuk 1 kotak.

Aku jadi penasaran untuk cari Attila pindah kemana. Cari-cari di internet, ternyata ada blognya. Walopun kosong blognya tapi ada alamat dan nomer HP. Iseng aja gw coba telvon, eh diangkat! Hebatnya lagi, aku ga salah sambung. Wah langsung deh dibela-belain meluncur ke showroomnya. Ternyata gampang banget dicari, kalo dari arah Karang Tengah, belok ke jalan Lebak Bulus III. Terusss aja ikutin jalan yang berliku-liku sampai jalannya mecah dan sebelah kiri ada mesjid, ambil kanan. Nah langsung ketemu Attila ethnique, tokonya engga terlalu besar dan dicat merah terang. Walaupun tidak besar, tapi variasi koleksi kotak sangat beragam dengan warna yang banyak juga.

Di sini aku langsung ketemu dengan pemiliknya dan langsung tanya-tanya minta price list.Sempet bingung waktu tantenya bilang kalo tidak ada price list, penentuan harga lewat obrolan aja dan mereka sangat fleksibel bisa menyesuaikan dengan budget kita. Misalnya kita punya budget 500K untuk hantaran, nah pihak Attila akan membuat kotak sesuai pesanan jumlah dan warna dengan bahan-bahan yang disesuaikan dengan budget tersebut. Tentunya ada minimal harga ya, jadi kotak paling murah seharga 35K dan bisa sampai 200K, tergantung bahan (ada karton dan juga kayu, lengkap..kap..kap) serta jenis dan jumlah bunga yang dipakai. Semua ini udah termasuk biaya hias seserahan juga.  Wahh, langsung jatuh cinta deh dengan Attila! Apalagi aku udah tau kualitas kotak mereka dari waktu seserahan kakak, dan juga hasil hias menghiasnya dari seserahannya Putri.

Hmm..sepertinya Attila kandidat kuat. Tapi masih pengen liat-liat ke Cikini dulu (sahabatku yg baik hati ini mau nemenin, horeee…). Siapa tau disana bisa lebih murah, trus tinggal dihias dan kreasi di NDL (biaya hiasnya 25K kalo box dari kita).

Bagi-bagi seragam part 1

March 3, 2009 § 8 Comments

Masih delapan bulan lagi siy nikahanku tapi udah mulai nyicil bagi-bagi seragam untuk keluarga hari Minggu kemarin, hehehe… Mudah-mudahan ga kecepetan niy bagiin seragamnya. Pembagian seragam ini baru untuk keluarga abang sebenernya. Alasan kenapa dibagiin sekarang adalah karena (1) mumpung lagi ada acara keluarga besar dimana semua ngumpul dan (2) tante2 dan sepupu2 abang biasa jahit di 1 tempat yang sama, takutnya ga sempet tante Ning (penjahitnya yang masih saudara juga) untuk jahitin segitu banyak kain.

Maklum keluarga abang tergolong besar. Mama Nasution 6 bersaudara dan Ayah 4 bersaudara. Ditambah lagi sepupu yang jumlahnya sampai puluhan! Sepupu perempuan saja ada 30 lebih. Wehee, kebayang kan gimana ribetnya tante Ning untuk jahit semuanya. Makanya kita bagiin dari sekarang supaya tante Ning bisa bernafas dikit, hehehe.. Selain tante dan sepupu, empat orang kakak perempuan + iparnya abang juga mau jahit di tempat yang sama. Hihihihi, ga kebayang jadi tante Ning, tiba-tiba ketiban order jahitan menumpuk (hehe..rejeki ya tante..) 😉

Waktu bagi-bagi seragam, pertanyaan yang sering muncul dari sepupu-sepupu abang:

Modelnya apa niy nggi?

dan

Untuk keluarga anggi, warnanya apa?

Model siy bebas merdeka aja, ga ada batasan khusus, aku bilang asal jangan dijahit jadi bikini aja, hehehe… Kalo soal warna untuk sepupu abang, aku pilihin burgundy, sedangkan untuk sepupuku warna pale pink. Dipilih begitu karena sepupu abang sudah banyak yang berkeluarga, jadi pertimbangannya harus warna yang lebih dewasa. Sedangkan sepupu2 aku masih banyak yang kecil-kecil (ada juga siy yang udah berkeluarga), jadi gapapa dikasi warna pink.

Oiya, untuk bahan seragam ini, semuanya aku beli di De Moda, D’Best Fatmawati. Pilihan bahan-bahan brukat disana bagus-bagus, halus, dan yang terpenting harga murah meriah deh! Jadi ga jebol kantong kalo harus nyeragamin banyak sodara kaya’ gw ini. Di De Moda juga lagi ada sale 40% untuk bahan brukat Perancisnya, lumayan juga pilihan warnanya kalo ada yang mau cari untuk kebaya pengantin (he..walopun gw ndiri ga pake brukat Perancis, mahal bow!).

Tambahan info ga penting: yang punya De Moda n La Moda (Mayestik) masih saudaraan, jadi koleksi bahannya sama aja di 2 tempat ini. Satu lagi, aku kalo ke De Moda slalu minta Mba Irma atau Mba Dini sebagai SA, soalnya mereka berdua ini telaten cariin bahan dan pinter padu-padan warna (hehe, kok gw jd promosi…).

Where Am I?

You are currently viewing the archives for March, 2009 at Our Life Journey Together.