all about my Kebaya

February 28, 2009 § 11 Comments

Pertama kali jahit kebaya di tante Titiek waktu nikahannya Kakak, berarti udah 3 tahun ya.. Awalnya jahit di sini karena ga tau mau jahit dimana lagi. Dulunya tante Titiek ini jahitin kebaya akad, midodareni, dan siraman sepupu aku. Karena hasilnya bagus, ikut-ikut aja jahit juga. Kebaya pertama gw yang bikin di sini, sukses berat! Banyak sodara yang muji saat pernikahan kakak. Ini dia kebaya perdana gw..

Gw kalo bikin kebaya slalu full furing, sperti yg ada di foto. Why oh why? Simply because ga bole sama ortu! Hehehe… Jadi gw pernah bikin kebaya+bustier gitu, trus langsung bokap protes..tes..tes. Ancamannya ga bole kluar rumah dengan baju begitu. Weehehe.. emang siy kesannya kebaya pake bustier kan seksiih abistt..

Yowes, aku nurut-nurut aja. Toh engga ada masalah juga, selama ini bagus-bagus aja model kebaya full furing buatan tante Titiek. Selalu ada kreasi baru model kebaya sehingga aku ga keliatan kaya’ ibu-ibu pake kebayanya. 🙂

Lumayan kan ya, ga terlalu emak2 banget walopun dengan full-furing, hehehe… Soal dunia per-payet-an juga heboh si tante yang ini, alias ga pernah ngasih payet dikit. Slalu semi-full dengan aplikasi disana-sini. Kebaya untuk Lamaran juga jahit di sini, dan juga kebaya akad.

Griya Busana Maya
Jl. Wahab No.1A, Utan Kayu
CP: Tante Titiek

Advertisements

Masalah log in WK

February 26, 2009 § 5 Comments

Sepertinya hari ini discussion.weddingku.com error ya…

Atau jangan-jangan aku aja yang ga bisa log in?

Hiqs.. 😦 aku kehilangan obrolan sehari-hari dengan teman-teman baruku di thread “CAPENG AGUSTUS-DESEMBER 2009“. Mudah-mudah erornya ga kelamaan ya. I’m already missing the chit-chat dan kehebohan cerita persiapan pernikahan ibu-ibu WK ini. 🙂

Aku seneng banget bisa sharing dan ngobrol tentang pengalaman dan segala persiapan nikah di thread ini. Banyak dapat ilmu dan referensi disini, selain itu semuanya sangat helpfull jadi nambah temen-temen baru niy. Sabtu ini juga mau ada KopDar 2 yang rencananya mau ke Mayestik dan Bara. Sayangnya gw ga bisa ikutan, udah kadung bikin janji sama tante Titiek soalnya.

Yowes, have FUN ya girls..!!! Ditunggu cerita-ceritanya.. 🙂

Tentang kotak dan hias seserahan/hantaran

February 25, 2009 § 11 Comments

Selain mulai cari isinya, sepertinya ga kalah penting niy untuk cari wadah dan hias seserahannya. Beberapa opsi yang bisa jadi pilihan untuk kotak seserahan adalah kotak dari anyaman, kotak dari karton yang keras dengan variasi warna dan bungkus, kotak kayu, ada juga kotak mika yang bisa untuk “pamer” barang-barang seserahan, 🙂

Sejauh ini, aku udah cari-cari beberapa tempat yang menjual atau menyewakan berbagai kotak seserahan serta bisa juga untuk jasa hias seserahan. Kalo untuk kotak seserahan tipe anyaman atau kotak biasa, yang murah ada di daerah Cikini (kata tante Titiek siy di bawah rel kereta api daerah Manggarai Cikini). Katanya di sini beragam jenisnya dan juga jauh lebih murah daripada di Mayestik, asal kita jago nawar lho… 🙂

Kalo untuk sewa/beli + hias seserahan, beberapa tempat yang bisa dijadiin pilihan antara lain:

The House of Seserahan
Jl. Cempaka Putih Timur IV/17, Jakarta Pusat, 10510
Telp: 021-424 6539/91036151, Fax: 021-4280 2807
HP: 0813 1986 1019/0816 998 933
email: info@houseofseserahan.com

Contoh hasil karya dan kotaknya:
house-of-seserahan

ISTJE COLLECTIONS
Jl. Pasar Baru Selatan No. 20, Jakarta 10710
Telp : 021-68900054, 081808820506
(By Appointment only)

Contoh hasil karya dan kotaknya:
istje

NDL Creation/Ranti Nela Sari
Jl. Pendidikan 2 blok E no 61
Komp IKIP Duren Sawit, Jakarta 13440
Telp: 021-30080640 Fax: 021-844-8078
Email: ndl@ndlcreation.com
rantinelasari@gmail.com
Telp: +62-21-3008-0640

Contoh hasil karya dan kotak:
ndl-collection

THE BOX
Komp. RSPP No. 10
Cilandak Barat
Jakarta Selatan 12430
Phone. 62-21-766 9553
email: mypackagingsolution@gmail.com

Contoh hasil karya dan kotaknya:
the-box

Sejauh ini aku baru survey ke The Box aja, belum sempet ke tempat yang lain. Awalnya ke The Box juga karena dulu waktu pernikahan kakak, aku dan mama beli kotak seserahan untuk calon kakak ipar di sini. Tapi ternyata udah ganti pemilik, jadi dulu namanya bukan The Box tapi Attila. Setelah cari-cari, akhirnya aku nemu Attila pindahnya kemana.

Attila Ethnique
Jl. Lebak Bulus III No. 21 Cilandak – Jakarta Selatan
Telp: 021-70625250
HP: 081310446465

Aku masih belum tau mau beli atau sewa kotak seserahannya. Pengennya siy yang model kotak dengan tutupan mika supaya lebih cantik, tapi takutnya nanti malah engga kepake lagi setelah seserahan. Kalo yang bentuk kotak dus gitu masih ada kemungkinan dipakai untuk tempat nyimpen2 barang.

Ada yang tau tempat lain untuk beli atau sewa kotak dan hias seserahan? suggestions are highly appreciated.. 🙂

Seserahan..Oh..Seserahan

February 25, 2009 § Leave a comment

Tampak gampang dicari, tapi kenyataannya engga semudah itu. Lebih susah lagi nyari kotak dan tempat ngehiasnya (mungkin karena aku picky juga kali yaa, hehe…). Seserahan itu sendiri bukan sesuatu hal yang wajib seperti mahar, yah hukumnya sunnah deh. Cuma karena adat kebiasaan dan tentunya sebagai wanita pasti seneng banget bisa beli-beli (atau dibeliin) segala barang dibayarin calon suami (hehehe… ya kan bang?).

Seserahan biasanya diberikan dari pihak pria ke wanita pada saat malam midodareni (ini setauku untuk adat Jawa ya). Nah berhubung aku nanti tidak ada midodareni, jadi rencananya seserahan akan diberikan saat sebelum prosesi akad nikah. Kebiasaan lain mengenai seserahan yang aku tau dari orang tua adalah:

(1) jumlah seserahan biasanya ganjil, misal 7, 9, 11, ….., dst

(2) berisi segala perlengkapan wanita dari mulai ujung kepala hingga ujung kaki

(3) seserahan balasan ke pihak pria biasanya berupa makanan dan 1 kotak berisi pakaian lengkap

Berdasar dari 3 hal di atas, aku dan abang sudah mulai merencanakan seserahan untuk aku nanti. Sedangkan untuk angsulan balasan, menurut mama Nasution tidak perlu ada yang berisi pakaian lengkap, cukup makanan saja. Aku dan abang siy nurut aja. Karena kita berdua sama-sama buta adat istiadat baik Jawa maupun Mandailing, jadinya begini niy persiapan pernikahan dengan adat yang nanggung-nanggung ga jelas. Bhineka Tunggal Ika deh poko’nya!

Dari awal, abang minta aku untuk nulis daftar barang apa aja yang mau dibeli untuk seserahan. Jenis barang, jumlah, dan spesifikasi merk (kalo ada). Maksudnya supaya aku lebih fokus pas beli-beli, jadi ga sembarangan belanja gitu.. ;p Jadi rencananya jumlah kotak seserahanku nanti ada 7.

Kenapa dipilih jumlahnya 7?” Ga ada alasan khusus, biar sama aja dengan tanggal resepsi nanti dan ganjil juga, hehe..

Apa aja isi dari 7 kotak seserahannya?” Rencananya begini:

  1. Pakaian pesta:  untuk kotak ini aku pilih isinya 2 brukat, kain batik tulis, clutch, dan sepatu pesta. Aku pilih brukat dibanding gown karena memang aku lebih suka kebaya dari bahan brukat. Lebih anggun dan indonesia skaley.. 🙂
  2. Aneka kain batik: dari kecil aku terkagum-kagum dengan koleksi kain batik tulis mama, jadi aku pengen banget ada seserahan aneka batik tulis/semi-tulis untuk memulai koleksiku sendiri. Untuk kain batik ini, aku pengennya ada kain batik pesisir (Cirebon, Pekalongan), kain batik motif Jogja, Solo, dan Madura.
  3. Pakaian santai: Aku pengen kotaknya diisi dress yang casual, sendal/ sepatu jalan yang flat, dan tas untuk santai. Santaiii aja…. 🙂
  4. Pakaian semi formal: Kalo ini rencananya diisi 1 LBD, sepasang sepatu high heels, dan tas yang semi formal (bukan tas pesta ataupun tas kerja, bingung ga?)
  5. Bath and Body: Sepasang handuk untuk aku dan abang, body lotion, body spray/parfume, liquid soap, body scrub, lulur, body butter, dll.
  6. Facial care + Make-up: sabun dan toner dari dokter kulitku, krim muka pagi dan malam, serum, foundation, bedak tabur, mascara, blush on, 2 eyeliner, 2 eyeshadow, dan lip paltte. Untuk alat-alat lenong bisa dibeli nanti menjelang hari-H. Aku siy menanti LE dari MAC yang lucu-lucu seperti FAFI dulu itu, huehehe.. 🙂
  7. Peralatan tidur: Seprei + quilt, baju tidur (piyama mungkin), trus apa ya?

Irit kan seserahannya? Aku memang ga terlalu pengen banyak-banyak karena toh ini hanya sesuatu yang simbolis. Sebagai simbol peningset dari pihak pria begitu. Jadi daripada habisin budget di seserahan yang cuma dinikmati sama aku sendiri, lebih baik budgetnya dialihkan ke persiapan pernikahan kami yang lain. Selain itu di sini juga ga ada seperangkat alat sholat karena Insya Allah akan dijadikan mahar alat shalatnya (amiiin..).

Ohiya, kalo ditambah kue-kue atau buah-buahan, mungkin jadi 9 ya totalnya (karena harus ganjil itu siy makanya ditambah 2 kotak lagi).

Let’s start hunting! Shop till I drop! hehehehe….

Jahit kebaya akad

February 22, 2009 § 15 Comments

Untuk urusan kebaya, aku sangat rewel dalam memilih vendor. Pengennya yang bisa bikin kebaya terlihat cantik dengan susunan payet tapi juga bisa ngertiin maunya aku dengan harga yang reasonable.

Dari hasil survey ke beberapa penjahit, dari mulai penjahit yang ga terkenal di pasar sampai ke penjahit sedikit di bawah kaliber Anne Avantie, aku belum nemu kecocokan. Ada aja yang ga cocok, dari mulai model, pemasangan payet, cara mereka menerima klien, dan harga. Gila aja kalo harus pesen kebaya yang harganya sama dengan budget undangan gw!! Ga masuk akal aja menurut aku.

Setelah hampir semua vendor di-DP, tinggal kebaya yang belum. Ujung-ujungnya, aku jahit kebaya pernikahan di tempat jahit kebaya langganan. Yowes, pagi ini aku janjian dengan tante Titiek, penjahitku itu. Pagi-pagi buta aku meluncur ke rumah Abang, trus kita barengan ke rumah tante Titiek di daerah Utan Kayu. Janjiannya jam9, begitu aku dateng, tante Titiek udah ada tamu. Tambah banyak kliennya, aku jadi was-was karena jahit disini bisa 3 bulan lamanya untuk 1 baju. Tapi soal kualitas dan keapikan kebaya, jangan tanya deh. Tante ini bisa bikinin kebaya yang WAH banget dengan harga amat sangat miring. 🙂

Aku udah punya beberapa model, langsung aku terangin ke tante Titiek, beliau mengerti dan kasih beberapa masukan. Trus kasih bahan untuk teluk belanga abang dan abang diukur dulu. Kalo aku ga perlu diukur lagi karena udah ada datanya disana. Peci Abang untuk akad nikah juga dibikinin, bahkan tante Titiek mau buatin selop juga. Udah satu paket semuanya.

Setelah kebaya akad selesai, aku baru mau jahit kebaya resepsi. Pengennya beres dulu satu per satu. Kata tante Titiek siy, insya Allah bulan Mei selesai kebayanya. welehhh, masih lama yaa.. padahal aku penasaran banget dan pengen cepet2 liat kebaya jadinya! Sepertinya mama dan mama camer juga akan jahit bajunya disini supaya seragam.

Selain jahit kebaya akad aku dan teluk belanga abang, aku juga jahit 2 kebaya lagi. Satu warna ungu muda dan hijau toska muda. Rencananya untuk foto pre-wed, tapi aku ga bisa mutusin mau ungu atau hijau nantinya.

Aku tergoda…

February 18, 2009 § 7 Comments

……bukan dalam hal negatif, tapi tergoda untuk ganti make up artist. Dari awal sebenernya aku sudah sangat sreg dengan MUA yang satu ini. Apalagi sahabat-sahabatku juga menggunakan vendor yang sama. Mama  juga udah sangat suka setelah lihat riasannya Putri yang katanya bikin Putri jadi cantiiiik banget (tapi emang dasarnya temen aku itu putih dan cantik, kalo aku kan gelap gini). Whehehehe…

Truss stelah dari kopdar WK, aku jadi kepikiran dengan MUA yang dipake sama Phew. Aku lihat hasil test make-up nya, baguss gitu. Make-upnya soft tapi kelihatan bagus di foto. Kata abang, daripada penasaran, dicoba aja survey ke MUAnya. Setelah aku telvon dan lihat websitenya, waaa…tambah suka. Apalagi tawaran paketnya sangat bersahabat. Jadi MUA ini masih muda (setelah aku liat di websitenya), dan blom seterkenal bu Novi.

Lalalalalalala…aku bingung sekarang. Ga akan lepas Novi Arimuko siy, wong udah DP hampir setengahnya. Tapi aku kepikiran untuk pake 2 MUA! Satu untuk akad dan satu lagi untuk resepsi. Kemungkinan aku pake Novi Arimuko untuk resepsi (sekalian ambil untuk mama-mama). Nah akadnya ini masih dilemma antara tetep pake Novi, atau ganti pake Ibeth/Liza. Paket dari Ibeth udah termasuk make-up mama dan hand bucket (kaya’nya lucu ya ada hand bucket segala).

Dudududu..ga tau ah, mau coba test make-up dulu sama Ibet (free of charge). After that, we’ll decide…

Penyusunan Menu

February 13, 2009 § 9 Comments

Pertama kali ke kantor dwi tunggal citra, aku dan mama ga ada bayangan sama sekali gimana cara nyusun menu. Dibantu Mba Pipit dan tante Herning (pemilik DTC), akhirnya draft menu pertama tersusun. Itu kira-kira 2 minggu lalu. Kemarin aku, mama, dan tante eva ke kantor DTC lagi ceritanya mau ngerombak susunan menu sebelumnya.

Menu 1

disusun 2 minggu lalu dengan jumlah undangan 1250 (tamu 2500):

Buffet 1000 porsi
Nasi Putih
Nasi Goreng Thailand
Sup Wantan (dijadikan gubug)
Chicken rollet
Steak lidah
Cah brokoli ayam + tahu
Pasta Lasagna (dijadikan gubug – Aneka Pasta)
Salad bar (dijadikan stand sendiri)

Dessert, Aneka pudding (variasi), Buah potong
Aneka jus (variasi)                          500 porsi
Aneka snack (variasi)                      500 porsi
Air putih                                               full (jumlah tamu x 4)

Gubug:                                 1500 x 5 = 7500 porsi
Beef braise + roast potato         1000
Lumpia Mayonaise                        900
Steak Dory + Potato                     950
Tahu Campur                               900
Bakso DTC                                  1000
Swarma ayam                              1000
Aneka Sate + lontong                 1000
Aneka pasta                                 500
Nasi Bali buffet                              250
Cake Corner                                 400
Chocolate Melted                          400
Ice blended coffee                        400
Aneka es                                      400

Setelah rombak sana-sini dan adanya perubahan pemangkasan jumlah undangan, menu final (mudah-mudahan) yang terbentuk dari hasil diskusi mama, tante herning, dan aku (plus sumbang saran tante eva) dengan jumlah undangan 1000 (tamu 2000):

Menu 2

Buffet                                   1000 porsi
Nasi Putih
Nasi Goreng Thailand
Sup Wantan Steam boat (dijadikan gubug)
Chicken rollet
Steak lidah
Cah brokoli ayam + tahu
Pasta Lasagna (dijadikan gubug – Aneka Pasta)
Salad bar + croissant + smoked beef (dijadikan stand sendiri)

Dessert, Aneka pudding (variasi), Buah potong
Aneka jus (variasi)                           500 porsi
Aneka snack (variasi)                      500 porsi
Air putih                                        full (jumlah tamu x 4)

Gubug:                                    1000 x 5 = 5000 porsi
Beef braise + roast potato
Lumpia Mayonaise (porsi terlalu kecil, kurang bikin kenyang)
Chicken Kiff
Steak Dory + Potato
Dimsum
Tahu Campur
Bakso DTC
Swarma ayam (repot makannya, diganti roti jala aja)
Roti Jala Ayam
Aneka Sate + lontong (udah biasa banget, ganti tempura supaya ada variasi menu)
Tempura
Aneka pasta
Nasi Bali buffet (kaya’nya kurang nyambung sama tema pesta)
Beef teriyaki + nasi
Cake Corner
Chocolate Melted (terlalu banyak cake, takut bikin eneg)
Poffertjes + es krim
Ice blended coffee
Aneka es (November nanti biasanya musim hujan, tampak kurang laku es begini)

Itu menu terakhir sampai detik ini, masih bisa berubah kata tante Herning. Aku seneng banget dengan pelayanan DTC, mereka sangat flexible dan tante Herning selalu ngasih wejangan-wejangan ke aku terutama untuk lebih sabar dalam persiapan nikah ini. Alhamdulillah dapet vendor ini. Hari minggu depan mama mau ikutan test food karena penasaran dengan dekor dan penyajiannya (selama ini yang test food aku dan abang aja).

Where Am I?

You are currently viewing the archives for February, 2009 at Our Life Journey Together.