dalam rangka mencari fotografer…

January 8, 2009 § Leave a comment

Dengan adanya daftar rekanan foto dari Bidakara mempermudah kami untuk nyari vendor foto. Awalnya bingung harus mulai dari mana nyari vendor-vendor pernikahan, akhirnya dibikin deh yg namanya to-do-list. Emang harus dipikirin dan diurus satu per satu supaya ga berasa kebanyakan beban. Nah, pas di JWC 2008 kemarin, sempet liat-liat beberapa vendor foto rekanan Bidakara yang lagi pameran. Ambil-ambil brosur dan tanya-tanya info. Dapat informasi tentang beberapa vendor: Photomotion dan Photo Talk. Setelah itu, baru dimulai pencarian dan survey vendor lainnya. Beberapa kandidat vendor yang sempat dihubungi via telfon atau meeting: AA Foto , Payu Foto, LeSae Foto, dan Radline. Banyak pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan vendor ini karena menurut gw kenangan dari hari pernikahan yang terbukti adalah foto-foto kita (selain buku nikah tentunya). IMO ga ada salahnya untuk splurge di bagian yang satu ini, poko’nya harus puas dengan hasil foto.

Beberapa tips dalam proses pencarian vendor foto/video (berdasar pengalaman pribadi, bukan professional):

  1. Tentukan gaya/hasil foto yang diinginkan. Ada jenis liputan (dokumentasi prosesi pernikahan) dan ada candid (lebih berusaha menangkap emosi dan momen dari acara). Kedua gaya pemotretan ini biasanya berbeda harga dan paketnya.
  2. Perlu ada videografi atau tidak. Untuk meringankan budget, bisa juga shooting video tidak dilakukan. Sangat fleksibel dan tergantung keinginan.
  3. Lihat-lihat dulu hasil foto dari vendor. Bisa dilihat saat pameran, hasil foto teman yg menggunakan jasa vendor, atau gampangnya cari aja di internet.
  4. Jangan lupa untuk cari testimonial dari pengguna vendor. Bisa dicari di blog (u’re reading one) atau di forum-forum seperti weddingku.com. Testimonial ini biasanya lebih jujur dibanding promosi ATL dan BTL vendor.
  5. Cari vendor foto yang berlokasi tidak terlalu jauh dari tempat tinggal CPW atau CPP. Sebenernya ini ga terlalu ngaruh karena rata-rata vendor punya bagian marketing yang bisa diajak meeting di luar kantor. Tapi menurut saya, demi kemudahan dan kepraktisan aja.
  6. Setelah ada pilihan beberapa vendor tertentu, kunjungi kantor mereka. Ini tentunya untuk menilai sedikit-banyak tentang profesionalitas vendor.
  7. Minta kepastian dari vendor, bagaimana sistem kerja mereka (apa menggunakan fotografer sendiri atau freelance) dan maksimal berapa klien yang mereka tangani dalam satu hari.
  8. Keahlian nego dan tawar-menawar sangat diperlukan saat perhitungan seluruh biaya. Pastikan juga apa saja jasa yang ditawarkan vendor, jangan sampai kena charge tambahan karena kita ga teliti.
  9. Saat tanda tangan kontrak, pastikan semua spesifikasi yang kita minta dibuat tertulis. Untuk yang nikahannya masih lama, jangan lupa minta agar harga mengikat (supaya ga kena imbas kenaikan harga).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading dalam rangka mencari fotografer… at Our Life Journey Together.

meta

%d bloggers like this: